EVE Ajak Pendengar Berdamai dengan Ekspektasi lewat Single “Durhaka”

  • 01 Jun 2026 20:46 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Penyanyi dan penulis lagu EVE kembali menghadirkan karya terbaru bertajuk “durhaka”, sebuah lagu yang mengangkat tema ekspektasi, jarak emosional, identitas, dan penerimaan diri dalam hubungan antarmanusia. Single ini menjadi kelanjutan dari semesta emosional yang sebelumnya diperkenalkan melalui lagu “you don’t love me anymore”.

Dirilis dalam Bahasa Indonesia, “durhaka” menghadirkan cerita yang intim tentang pergulatan seseorang dalam menghadapi harapan orang-orang terdekat sambil berusaha menjaga dirinya sendiri. Lagu tersebut tidak menempatkan siapa pun sebagai pihak yang harus disalahkan, melainkan menggambarkan perasaan rindu, diam, dan penerimaan yang hadir secara bersamaan dalam sebuah hubungan.

Melalui lagu ini, EVE mencoba mengangkat makna kata “durhaka” dari sudut pandang yang lebih personal. Dalam budaya Indonesia, istilah tersebut kerap dilekatkan pada seseorang yang dianggap mengecewakan atau gagal memenuhi harapan keluarga. Namun, EVE melihatnya sebagai ruang emosional yang muncul ketika seseorang kesulitan memenuhi ekspektasi, meski tetap menyimpan kasih sayang dan rasa hormat.

Dari sisi musikalitas, “durhaka” dikemas dengan pendekatan yang lebih tenang dan intim melalui dominasi piano, nuansa live recording studio, serta sentuhan aransemen cello yang emosional. Konsep produksi tersebut sengaja dipilih untuk menghadirkan kedekatan antara lirik dan pendengar sehingga pesan lagu terasa lebih jujur dan sederhana.

Salah satu penggalan lirik yang menjadi inti emosional lagu ini berbunyi, “sampai sini saja, ku nyatakan walau ku durhaka, sampai kapanpun kau tetap takdirku.” Lirik tersebut menggambarkan kelelahan sekaligus penerimaan bahwa seseorang tetap dapat mencintai meski tidak lagi mampu bertahan dengan cara yang sama.

Sementara itu, lirik “entah sampai kapan aku bisa menahan, dengan semua kelabumu yang katanya cinta” merefleksikan keletihan dalam menghadapi tekanan emosional yang kerap hadir di balik ekspektasi dan kasih sayang.

EVE mengungkapkan bahwa lagu “durhaka” lahir dari refleksi pribadi, pengamatan terhadap lingkungan sekitar, serta berbagai kisah mengenai ekspektasi dan hubungan emosional yang sulit diungkapkan secara langsung.

“Menurutku, kadang orang bisa saling menyayangi, tapi tetap kesulitan memahami satu sama lain sepenuhnya. Apalagi dalam keluarga, perasaan sering kali jauh lebih rumit dari yang terlihat. Masih ada cinta di dalam diam, kecewa, atau jarak yang terbentuk perlahan. ‘durhaka’ lahir dari usaha untuk jujur terhadap perasaan itu tanpa menyudutkan siapa pun,” ujar EVE.

Melalui karya terbarunya ini, EVE juga melanjutkan rangkaian proyek musik mendatang yang banyak berbicara tentang keluarga, proses kedewasaan, serta upaya seseorang menemukan kedamaian dalam hidup. Ia berharap “durhaka” dapat menjadi ruang bagi pendengar untuk menerima dan memahami emosi yang selama ini mungkin dipendam sendiri.

Single “durhaka” kini telah tersedia dan dapat dinikmati melalui berbagai platform streaming digital.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....