A-List Entertainment Siapkan Girl Group Baru lewat Inkubasi Talenta Selama 3 Tahun

  • 22 Mei 2026 15:22 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang: A-List Entertainment bersiap memperkenalkan girl group baru sebagai bagian dari upaya membangun generasi talenta musik Indonesia yang memiliki pondasi kuat dan relevansi jangka panjang di industri hiburan Tanah Air.

Girl group tersebut merupakan hasil program inkubasi yang dijalankan bersama Trinity Entertainment Network melalui proses scouting di sejumlah kota besar di Indonesia. Berbeda dengan sistem audisi konvensional, proses pencarian talenta dilakukan secara berkelanjutan tanpa batas waktu tertentu.

A&R Director A-List Entertainment, Dwi Santoso mengatakan, pendekatan open-ended dipilih agar proses seleksi dapat dilakukan lebih mendalam dan tidak terburu-buru dalam menentukan talenta yang akan dikembangkan.

“Berbeda dengan sistem audisi konvensional yang biasanya berlangsung dalam periode tertentu, kami tidak memiliki tekanan untuk harus mengambil talenta dari satu batch audisi. Setiap talenta dipelajari secara lebih komprehensif,” kata Dwi Santoso dalam wawancara bersama Music Director RRI Malang, Iyan Taufiq, melalui sambungan telepon, Kamis (21/05/2026).

Menurut Dwi, proses scouting turut melibatkan Kim Hyung-kyu untuk membantu pemetaan potensi para peserta. Setiap kandidat yang dinilai potensial akan diberikan berbagai penugasan guna memantau perkembangan kemampuan, karakter, serta kesiapan mereka.

Dari ribuan talenta muda yang mengikuti tahap seleksi awal, hanya sejumlah kandidat terpilih yang masuk ke fase pengembangan intensif. Selama kurang lebih tiga tahun, para anggota menjalani pelatihan vokal, tari, performa panggung, komunikasi publik, hingga pembentukan karakter.

Dwi menjelaskan, durasi pengembangan yang panjang dipilih karena sebagian besar talenta direkrut pada usia 13 hingga 15 tahun, sementara target debut direncanakan saat mereka berusia 18 hingga 19 tahun.

“Waktu yang panjang ini bukan hanya untuk mempersiapkan kemampuan teknis, tetapi juga membentuk perspektif mereka sebagai performer dan figur inspiratif yang memahami kebutuhan industri saat ini,” ujarnya.

Selain pelatihan performa, proses kreatif juga menjadi fokus utama selama masa inkubasi. Para anggota dilibatkan secara aktif dalam pengembangan konsep, visual branding, hingga arah musikal grup.

Menurut Dwi, filosofi yang diterapkan Trinity adalah memastikan artis memiliki keterikatan emosional terhadap karya yang mereka bawakan.

“Kami tidak ingin menciptakan karya yang tidak disukai oleh artisnya sendiri. Karena itu para anggota ikut terlibat dalam pengembangan lagu dan identitas grup agar sesuai dengan karakter masing-masing,” katanya.

Ia menambahkan, selama proses pengembangan, tim produksi juga mengembangkan sekitar 80 hingga 100 lagu yang kemudian dikurasi untuk menentukan materi terbaik sesuai identitas grup.

Dalam waktu dekat, A-List Entertainment akan mulai memperkenalkan girl group tersebut secara bertahap kepada publik sebagai langkah awal perjalanan mereka di industri musik Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....