Diossoulo Jadi Ruang Paling Personal bagi Pradio IGMO

  • 11 Mei 2026 23:17 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Pradio Manggara Putra membuka sisi paling personalnya lewat proyek solo Diossoulo. Berbeda dengan warna musik bandnya, IGMO, proyek ini disebut menjadi ruang eksplorasi tanpa kompromi bagi musisi asal Kediri tersebut. Debut solo Diossoulo dibuka melalui single “Sunken Ceiling” yang dirilis oleh Soundjana Creative pada 10 April 2026. Lagu tersebut menjadi pengantar menuju album penuh Dream Like Holy Cowards.

Dalam wawancara melalui sambungan telepon di program Indies Time Pro 2 bersama host Irene Nathasya, Senin (11/5/2026), Dio menjelaskan alasan dirinya merasa perlu membuat proyek solo di luar IGMO. “Aku telah menulis banyak lagu sejauh ini yang tidak semuanya ideal bila ditempatkan di IGMO. Sebagian terlalu personal secara lirik, sebagian lagi notasi musiknya terlalu ekstrem,” ujarnya.

Ia menggambarkan Diossoulo sebagai sisi paling bebas dari dirinya secara musikal maupun emosional. “Kalau IGMO ialah titik tengah, Diossoulo ini ekstrem kanan dan kirinya. Ia bisa jauh lebih melankolis di satu sisi dan jauh lebih eksperimental di sisi lainnya,” katanya. Tak hanya menjadi ruang berekspresi, proyek ini juga digarap secara mandiri demi menjaga otentisitas karya. Dio terlibat langsung mulai dari penulisan lagu, produksi, rekaman, mixing, hingga mastering.

“Aku ingin menjaga otentisitas artistikku. Aku juga ingin melihat seberapa jauh yang bisa aku lakukan di ranah produksi musik,” ujarnya. Menurut Dio, “Sunken Ceiling” dipilih menjadi single pertama karena dianggap mewakili inti dari keseluruhan album yang sedang ia siapkan. “Lagu ini adalah inti dari semua karyaku. Aku merasa beginilah selayaknya membuka seluruh isi album solo pertamaku nanti,” kata Dio.

Selain menghadirkan nuansa folk akustik dan ambience, “Sunken Ceiling” juga mendapat respons positif dari sejumlah musisi dan pengamat musik. Sambadha dari Coldiac menyebut lagu tersebut memiliki kemampuan bercerita yang kuat, sementara penulis musik Rio Jo Werry menyebut karya Diossoulo seperti “Nick Drake dan Leonard Cohen versi Jatim.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....