Aku Kamu dan Suatu Hari Kita Angkat Perjuangan Kenneth Trevi dengan Dyslexia

  • 07 Mei 2026 16:00 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Perjalanan hidup anak dengan dyslexia diangkat secara emosional dan penuh harapan melalui YouTube series “Aku Kamu dan Suatu Hari Kita”. Series ini menghadirkan kisah nyata penyanyi dan aktor asal Bandung, Kenneth Trevi, dalam memahami dirinya di tengah keterbatasan belajar yang dihadapi sejak kecil.

Melalui pendekatan sinematik yang hangat dan dekat dengan realitas, series tersebut mengajak penonton memahami bahwa setiap individu memiliki proses tumbuh yang berbeda. Kenneth mengatakan, proyek ini menjadi ruang refleksi tentang keberanian, proses, dan harapan dalam menjalani kehidupan.

Dalam proses produksinya, Kenneth mengaku menghadapi tantangan emosional yang cukup berat. Ia kesulitan menyampaikan dialog panjang di depan kamera karena kerap terbalik dalam menyusun kalimat hingga makna dialog menjadi berubah.

Untuk mengatasi hal tersebut, sang ibu, Yuly, membantu memecah dialog menjadi bagian-bagian kecil agar lebih mudah dipahami. Dukungan itu perlahan membangun rasa percaya diri Kenneth dalam memerankan kisah hidupnya sendiri.

Tidak hanya menghadapi tantangan teknis, Kenneth juga harus mengelola emosinya saat beradu akting dengan ibunya sendiri. Ia mengaku merasa sedih dan bersalah ketika melihat ibunya menangis dalam adegan, meski memahami hal tersebut merupakan bagian dari proses akting.

Kolaborasi Kenneth dan Yuly menghadirkan kedekatan emosional yang kuat di layar. Yuly turut membimbing Kenneth dalam memahami emosi melalui pengalaman nyata, mengingat keterbatasannya dalam memahami konsep abstrak.

Melalui series tersebut, Kenneth menyampaikan pesan kepada anak-anak dengan dyslexia agar tidak merasa minder terhadap perbedaan yang dimiliki. Menurutnya, setiap orang memiliki cara belajar dan berkembang yang unik serta tidak perlu terburu-buru menjalani proses kehidupan.

“Setiap proses akan membawa kita lebih dekat menuju suatu hari yang diimpikan,” ujar Kenneth.

Sementara itu, Yuly mengaku proses menghidupkan kembali perjalanan membesarkan Kenneth menghadirkan gelombang emosi yang kompleks. Ia kembali mengingat fase kebingungan hingga kelelahan saat memahami kondisi anaknya. Namun, perjalanan tersebut juga membawa rasa syukur atas perkembangan Kenneth hingga saat ini.

Selain terlibat dalam produksi, Yuly juga menulis lagu berjudul “Aku Kamu dan Suatu Hari Kita” bersama Rulli Aryanto. Lagu tersebut menjadi refleksi hubungan ibu dan anak yang terus berjalan bersama melewati berbagai tantangan kehidupan.

Sebagai produser, Rulli Aryanto menghadirkan konsep cerita yang autentik dengan melibatkan orang-orang yang memiliki peran penting dalam kehidupan Kenneth, termasuk guru musiknya sejak kecil. Pengambilan gambar dilakukan di Bandung dan Cirebon, serta sejumlah lokasi yang memiliki nilai historis dalam perjalanan hidup Kenneth.

Kepada RRI Malang, Rulli Aryanto menjelaskan upaya menjaga keseimbangan antara menghadirkan cerita yang emosional sekaligus tetap autentik saat mengangkat perjalanan nyata Kenneth Trevi dalam series tersebut.

“Dengan mendengar cerita dari orang tua Kenneth tentang setiap proses mereka mendampingi Kenneth, lalu melibatkan beberapa orang yang memang hadir dalam perjalanan hidupnya, seperti guru vokal dan terapisnya. Kami juga mengambil beberapa adegan di tempat Kenneth menjalani terapi hingga sekarang. Namun yang paling penting, saat Kenneth beradu akting dengan mamanya, semua terasa nyata,” ujar Rulli.

Series “Aku Kamu dan Suatu Hari Kita” disutradarai oleh Bayu Lesmana dengan dukungan TemanHebat Records dan Senada Digital Records. Ke depan, series tersebut direncanakan hadir secara berkelanjutan dalam dua sesi setiap tahun dengan mengangkat kisah perjuangan anak-anak berkebutuhan khusus lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....