Vanya Wijaya Dorong Talenta Muda Ikut Lomba Nyanyi Nasional “Jiwantara Kanjuruhan"

  • 07 Mei 2026 15:38 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Penyanyi muda Vanya Wijaya mengajak generasi muda Indonesia untuk berani menunjukkan kemampuan bermusik melalui ajang kompetisi menyanyi daring tingkat nasional “Jiwantara Kanjuruhan 2026 Season I”. Kompetisi ini hadir sebagai ruang kreatif bagi penyanyi muda untuk menginterpretasikan karya-karya bernuansa budaya dan alam Indonesia.

Ajang yang digagas Senada Digital Records bersama GSI Records tersebut terinspirasi dari album Bumi Kanjuruhan milik Vanya Wijaya. Album tersebut mengangkat kekayaan budaya, alam, dan spiritualitas khas Malang Raya melalui enam lagu dengan pendekatan emosional dan narasi lokal yang kuat.

“Jiwantara Kanjuruhan 2026 Season I” dibuka untuk dua kategori usia, yakni 10–15 tahun dan 16–20 tahun. Sementara Grand Final Season I dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 7 Juni 2026.

Vanya Wijaya mengatakan proses pendalaman lagu dalam album Bumi Kanjuruhan dilakukan melalui eksplorasi visual dan emosional terhadap kawasan Gunung Bromo, Tengger, Semeru, hingga Gunung Kawi. Menurutnya, pengalaman tersebut membantu membangun karakter vokal yang lebih hidup dan penuh penghayatan.

“Prosesnya seru banget! Sebelum mulai menyanyi, aku banyak baca cerita dan melihat foto-foto maupun video-video keindahan tempat-tempat tersebut,” ujar Vanya dalam, keterangan resminya untruk RRI Malang.

Salah satu lagu yang menjadi tantangan dalam kompetisi ini adalah “Tanah Tiga Penjaga”. Lagu tersebut dinilai membutuhkan keseimbangan antara kekuatan vokal dan penyampaian emosi agar pesan yang terkandung dapat diterima pendengar secara utuh.

Selain itu, lagu “Puisi Sunyi Gunung Kawi” juga menghadirkan pendekatan berbeda dengan nuansa yang lebih kontemplatif. Vanya mengaku menggunakan teknik vokal lembut untuk menggambarkan suasana perenungan yang tenang dan mendalam.

Dalam kompetisi ini, peserta tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknik bernyanyi, tetapi juga harus mampu menghadirkan interpretasi dan penghayatan terhadap makna lagu. Menurut Vanya, kejujuran dalam menyampaikan rasa menjadi salah satu aspek penting yang akan dinilai juri.

Sementara itu, produser sekaligus penyelenggara kompetisi, Denny Wijaya, menuturkan sistem digital yang digunakan dirancang agar kualitas audio dan visual peserta tetap terjaga selama proses kompetisi berlangsung secara daring.

“Sebagai produser, fokus saya adalah menjaga ‘ruh’ dari album Bumi Kanjuruhan agar tetap terasa dalam setiap penampilan peserta,” ujar Denny.

Format daring juga diterapkan untuk membuka kesempatan lebih luas bagi talenta muda dari berbagai daerah, bahkan luar negeri. Konsep tersebut diharapkan mampu menghadirkan akses yang setara tanpa batas geografis.

Di sisi lain, penulis lagu dan produser Rulli Aryanto menekankan bahwa seluruh materi dalam album Bumi Kanjuruhan lahir dari riset mendalam mengenai sejarah, budaya, dan nilai kehidupan masyarakat Malang Raya.

Melalui ajang “Jiwantara Kanjuruhan 2026”, musik diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana memperkenalkan budaya lokal Indonesia kepada dunia internasional melalui generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....