Peni Rilis Album “30”, Potret Personal dan Refleksi Generasi dari Skena Malang
- 01 Mei 2026 10:24 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Unit alternative rock/power pop asal Malang, Peni, resmi merilis album penuh bertajuk 30melalui Haum Entertainment. Album yang berisi sepuluh lagu ini menjadi rangkuman perjalanan satu tahun awal mereka di skena independen sejak terbentuk pada Januari 2025. Lewat rilisan ini, Peni menuangkan berbagai gejolak emosi—mulai dari keresahan personal, relasi yang rapuh, hingga refleksi sosial yang mereka alami dalam kehidupan urban.
Diperkuat oleh formasi Ken Baruna (vokal, gitar), Gilang Domisilafa (gitar), Ardian Bagus “Susu” (bass), dan Aldian Ibanez “Dibot” (drum), Peni menghadirkan warna musik yang terinspirasi dari power pop dan alternative rock era 90-an Amerika Serikat. Namun dalam prosesnya, mereka justru menemukan kenyamanan pada akar pop Indonesia era 90–2000-an, dengan referensi seperti karya Ariel NOAH, Eross Candra, hingga Pongki Barata. Pendekatan ini membuat 30 terasa akrab sekaligus tetap membawa nuansa eksploratif khas Peni.
Secara tematik, 30 menjadi ruang paling personal bagi Ken sebagai penulis lagu utama. Ia menggambarkan album ini layaknya buku harian yang merekam pengalaman menjelang usia 30—tentang kemarahan, kesepian, kelelahan, hingga rasa kehilangan. Lagu pembuka “Allegori”, yang diadaptasi dari puisi Randy Levin Virgiawan, membuka jalur eksplorasi lirik yang puitis sekaligus getir. Sementara itu, lagu seperti “Jakarta” dan “Sama” menyoroti dinamika sosial yang absurd, diikuti “30” dan “Tidur” yang masuk ke wilayah refleksi personal yang lebih dalam. Di sisi lain, Peni tetap menghadirkan nuansa ringan melalui “Gejolak Asmara Masa Muda” dan “Pesta”, sebelum ditutup dengan “Tentang Kepergian” yang intim dan kontemplatif.
Seluruh materi dalam album ini diproduseri oleh Ken Baruna, direkam di Rama Studio, serta melalui proses mixing dan mastering oleh Rama Satria M. Dengan pendekatan yang jujur dan tanpa konsep urutan lagu yang kaku, 30 hadir sebagai arsip emosional dari fase awal perjalanan Peni. Lebih dari sekadar rilisan musik, album ini menjadi teman bagi pendengar yang sedang menghadapi fase serupa—sebuah pengingat bahwa rasa sepi dan kegelisahan adalah bagian dari perjalanan yang tetap menyisakan harapan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....