Keiko Alona Juara Cilik Budaya Jawa Timur 2026
- 23 Apr 2026 13:58 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang — Ajang Putra Putri Kebudayaan Jawa Timur (PPKJT) kategori cilik tahun 2026 sukses melahirkan talenta muda berbakat, Keiko Clorinda Alona, sebagai pemenang utama. Keberhasilan ini tak lepas dari peran Tauqit Mukhlis Diansyah, pendiri paguyuban PPKJT, yang konsisten membina generasi muda dalam pelestarian budaya daerah.
Paguyuban yang berdiri sejak Mei 2025 tersebut menjadi ruang pembinaan bagi anak-anak hingga dewasa untuk mengembangkan potensi di bidang budaya. Tauqit menuturkan, motivasinya berangkat dari pengalaman pribadi sejak kecil.
“Sejak dulu saya aktif di ajang fashion show dan duta. Dari situ muncul keinginan untuk membina adik-adik dengan landasan cinta terhadap budaya,” ujarnya kepada RRI di acara Warung Gaul Pro 4, Kamis (23/4/2026).
Ia menambahkan, ajang PPKJT terbagi dalam tiga kategori, yakni cilik, remaja, dan dewasa, yang masing-masing memiliki pendekatan pembinaan sesuai usia peserta.
Keiko Clorinda Alona, yang kini berusia 10 tahun dan duduk di kelas 4 SD, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian tersebut.
“Saya sangat senang bisa menjadi pemenang. Ini kebanggaan bagi saya dan juga orang tua,” tuturnya.
Ketertarikannya mengikuti ajang ini bermula dari pertemuannya dengan Tauqit dalam sebuah kegiatan di Malang, yang kemudian membuka jalan bagi dirinya untuk lebih mengenal budaya Jawa Timur.
Dalam proses seleksi, para peserta tidak hanya dinilai dari penampilan, tetapi juga melalui tahapan komprehensif, mulai dari pembelajaran budaya, aksi nyata, hingga karantina dan wawancara mendalam.
“Kami menilai secara menyeluruh—usia, bakat, kemampuan bahasa, pemahaman budaya, hingga aspek psikologis. Budaya tidak cukup diwariskan, tetapi harus terus dihidupkan,” tegas Tauqit.
Ia juga mengakui bahwa tantangan terbesar dalam pembinaan, khususnya kategori anak, terletak pada komunikasi dengan orang tua. Menurutnya, dukungan keluarga sangat menentukan kesiapan mental anak dalam menghadapi kompetisi.
“Kami tidak hanya membina peserta, tetapi juga membangun sinergi dengan orang tua agar proses ini berjalan sehat secara emosional,” jelasnya.
Pada tahun ini, sebanyak 12 peserta berhasil melangkah ke ajang nasional sebagai bagian dari pengembangan lanjutan. Malam puncak pemilihan sendiri digelar pada 12 April 2026 di Hotel Alana Malang.
Ke depan, paguyuban PPKJT berencana membuka kembali pendaftaran pada tahun 2027 dengan harapan menjangkau lebih banyak generasi muda.
“Di era digital, pelestarian budaya harus adaptif. Kami ingin menjadi garda terdepan yang menjaga eksistensi budaya dengan cara yang relevan bagi generasi sekarang,” ungkap Tauqit.
Sebagai penutup, Alona turut membagikan pesan sederhana namun bermakna bagi anak-anak yang ingin mengikuti jejaknya.
“Belajar dengan sungguh-sungguh, minta doa restu orang tua, dan jangan berhenti berlatih,” pesannya. (Mey)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....