Decemberism Rilis “A Summer Bluer”: Tentang Perpisahan dan Melangkah ke Depan
- 19 Apr 2026 09:23 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Unit emo asal Sidoarjo, Decemberism, kembali membuka babak baru lewat single terbaru mereka berjudul “A Summer Bluer” yang resmi dirilis secara digital pada 17 April 2026 melalui Haum Entertainment. Kini beranggotakan Lambang Akbar Ramadhan (gitar) dan Abiezar Akbar Pramestio (vokal, gitar), rilisan ini juga menandai langkah baru mereka sebagai bagian dari roster Haum Entertainment.
A Summer Bluer hadir sebagai refleksi melankolis tentang perpisahan, perpindahan, dan proses berdamai dengan kenangan. Dibalut nuansa hangat yang menyimpan kesedihan, lagu ini memotret emosi seperti musim panas yang tak sepenuhnya cerah. Lewat metafora seperti hujan di antara musim, laut yang luas, hingga momen sunyi menatap keluar jendela, Decemberism membangun lanskap emosional yang dalam. Frasa “a summer bluer than the surface of the sea” menjadi inti dari perasaan yang ingin disampaikan tentang kesedihan yang lebih dalam dari yang terlihat di permukaan.
Secara musikal, single ini menjadi penyegaran identitas bagi Decemberism sekaligus kelanjutan emosional dari rilisan mereka sebelumnya, “City Hall / Countless Times” (2023). Pengaruh emo 90-an dan musik Jepang terasa kuat, menghadirkan pendekatan yang lebih matang dalam aransemen dan penulisan lagu. Inspirasi dari sineas Jepang seperti Iwai Shunji hingga Hirokazu Koreeda juga memberi sentuhan sinematik pada liriknya.
Proses kreatif lagu ini memakan waktu cukup panjang, dimulai dari draft awal setelah rilisan sebelumnya hingga akhirnya direkam pertengahan tahun lalu. Dalam prosesnya, Decemberism juga melibatkan sejumlah kolaborator, termasuk Gangsar Priyambodo (bass) dan Prima Panji (drum). Sementara itu, proses rekaman dilakukan di Selfrecs Studio dan Trek House, dengan mixing dan mastering oleh Ayok dari Griffin Studio.
Tak hanya dari sisi musik, pendekatan visual juga menjadi bagian penting dalam rilisan ini. Artwork A Summer Bluermengusung estetika Jepang dengan konsep mono no aware, menempatkan warna biru sebagai pusat emosi—merepresentasikan kesedihan, kedalaman, sekaligus keindahan dalam kehilangan.
Dengan rilisan ini, Decemberism tidak hanya menghadirkan lagu, tetapi juga sebuah perjalanan emosional tentang menerima, melepaskan, dan tetap melangkah ke depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....