Beeswax Rayakan 12 Tahun Perjalanan lewat Album Self-Titled yang Penuh Refleksi
- 11 Apr 2026 19:40 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Trio emo asal Malang, Beeswax, kembali menyapa pendengar melalui perilisan album penuh bertajuk Beeswax. Album ini menjadi penanda 12 tahun perjalanan mereka di dunia musik, sekaligus refleksi mendalam atas evolusi musikal dan personal yang telah mereka lalui. Diperkuat oleh Bagas Yudhiswa, Putra Vibrananda, dan R. Yanuar Ade Laksono, Beeswax menghadirkan karya yang tidak hanya bersifat nostalgia, tetapi juga menawarkan sudut pandang baru yang lebih matang.
Sebagai salah satu pionir skena midwest emo di Indonesia, Beeswax telah melewati berbagai fase, mulai dari proyek one-man band hingga menjadi trio seperti sekarang. Album ini menjadi titik temu antara masa lalu dan masa kini, dengan menghadirkan 16 lagu yang merupakan aransemen ulang dari rilisan awal mereka seperti First Step dan Growing Up Late. Kini, lagu-lagu tersebut dibingkai ulang dengan pendekatan yang lebih dewasa, mencerminkan perkembangan emosi, pengalaman, serta selera musikal para personelnya.
Rangkaian perilisan album ini diawali dengan single “THE BRIDGE OF THE EMPTYNESS” pada Februari 2026, disusul “TAKE ME HOME” di bulan Maret. Puncaknya hadir lewat fokus track “THE MOST PATHETIC ONE ON PLANET” yang dirilis bersamaan dengan album pada 10 April 2026. Lagu tersebut juga menampilkan kolaborasi spesial bersama Alditsa Decca Nugraha, yang dikenal melalui Pee Wee Gaskins. Kehadirannya menambah dimensi emosional yang kuat, sekaligus terasa organik mengingat kedekatan musikal yang telah terjalin.
Secara keseluruhan, album Beeswax mengusung pendekatan yang jujur dalam memandang masa lalu tanpa romantisasi berlebih, melainkan dengan pemahaman yang lebih dewasa. Proses produksinya yang berlangsung selama tiga bulan dikerjakan secara mandiri oleh para personel, menunjukkan dedikasi penuh terhadap karya ini. Melalui rilisan ini, Beeswax tidak hanya merayakan perjalanan panjang mereka, tetapi juga membuka ruang bagi pendengar lama dan baru untuk merasakan kembali cerita yang sama dalam perspektif yang berbeda dan menjadi sebuah pengingat bahwa musik akan terus hidup dan berkembang seiring waktu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....