Alasan Pijat Perut tidak Dianjurkan

  • 11 Feb 2026 14:03 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang — Pemijatan tubuh sering dianggap sebagai terapi relaksasi untuk meredakan pegal, kram, atau masalah pencernaan, namun memijat perut tidak dianjurkan karena berpotensi menimbulkan risiko kesehatan serius jika dilakukan secara sembarangan. Hal ini penting dipahami sebelum mencoba teknik pijat di area perut.

Salah satu alasan utama adalah pemijatan perut bisa menyebabkan rasa nyeri yang muncul 1–2 hari setelah pemijatan, terutama jika tekanan yang diberikan terlalu kuat atau tekniknya tidak benar. Kondisi nyeri ini dikenal sebagai post-massage soreness and malaise (PMSM) yang menunjukkan area otot atau jaringan sedang mengalami stres akibat pijatan.

Selain nyeri, pemijatan di area perut juga dapat memicu masalah pada sistem pencernaan. Meskipun banyak orang percaya pijat perut bisa mengatasi kembung, teknik yang salah justru bisa menimbulkan mual, kram perut, atau diare, karena stimulasi yang tidak tepat dapat mengganggu fungsi sistem pencernaan.

Risiko lainnya, menurut pakar kesehatan, adalah bahaya pada organ internal dalam perut, seperti usus. Dalam beberapa kasus, tekanan yang salah dapat menyebabkan perlengketan usus, suatu kondisi yang memerlukan tindakan medis atau operasi untuk memisahkan jaringan yang menempel.

Lebih jauh lagi, pemijatan perut sangat tidak dianjurkan bagi ibu hamil, khususnya pada trimester pertama, karena tekanan pada area abdomen dapat membahayakan janin dan berpotensi meningkatkan risiko keguguran. Kondisi ini menjadikan pemijatan perut sebagai area yang harus dihindari kecuali dilakukan oleh tenaga ahli yang berpengalaman dan setelah mendapat persetujuan medis.

(Azka)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....