Bad Bunny Cetak Sejarah di Super Bowl 2026
- 10 Feb 2026 18:00 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Bad Bunny menorehkan sejarah baru di panggung Super Bowl Halftime Show. Penampilannya pada Minggu malam, 8 Februari 2026, disaksikan sekitar 135,4 juta pemirsa di Amerika Serikat, menjadikannya halftime show paling banyak ditonton sepanjang masa. Catatan Nielsen menunjukkan angka tersebut melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Kendrick Lamar pada 2025 dengan 133,5 juta penonton.
Lebih dari sekadar rekor audiens, kehadiran Bad Bunny juga mencatatkan tonggak penting bagi representasi budaya Latin. Ia menjadi artis solo Latin pertama yang membawakan keseluruhan pertunjukan halftime show sepenuhnya dalam bahasa Spanyol di ajang olahraga terbesar Amerika Serikat.
Pertunjukan berdurasi sekitar 13 menit yang digelar di Levi’s Stadium, Santa Clara, California, dikemas sebagai selebrasi kuat atas identitas Puerto Rico. Tata panggung menampilkan elemen khas seperti ladang tebu buatan, rumah-rumah berwarna cerah, hingga simbol budaya tradisional yang jarang terlihat dalam sejarah Super Bowl.
Salah satu adegan yang paling menyita perhatian publik adalah berlangsungnya sebuah pernikahan sungguhan di atas panggung. Berdasarkan laporan berbagai media hiburan, pasangan tersebut semula mengundang Bad Bunny ke acara pernikahan mereka. Namun, situasinya berbalik ketika sang musisi justru mengajak mereka melangsungkan pernikahan di tengah halftime show, disaksikan ratusan juta pasang mata.
Kejutan berlanjut dengan kehadiran bintang tamu Lady Gaga dan Ricky Martin. Mengutip keterangan NBC, Lady Gaga membawakan lagu “Die with a Smile” dalam aransemen salsa, sementara Ricky Martin tampil dengan “Lo Que Le Pasó a Hawaii” disertai visual yang terinspirasi dari sampul album Debí Tirar Más Fotos milik Bad Bunny.
Efek penampilan tersebut langsung terasa di ranah digital. Apple Music melaporkan lonjakan streaming lagu-lagu Bad Bunny hingga tujuh kali lipat usai acara. Lagu “DtMF”, “BAILE INoLVIDABLE”, dan “Tití Me Preguntó” menjadi yang paling banyak diputar. Sementara itu, Shazam mencatat kenaikan pencarian lagu Bad Bunny sebesar 130 persen, dengan “BAILE INoLVIDABLE” melesat ke puncak tangga lagu Latin Amerika Serikat.
Di sisi lain, penampilan yang sarat simbol budaya ini juga memantik polemik. Presiden Donald Trump melalui Truth Social menyebut pertunjukan tersebut sebagai salah satu halftime show terburuk sepanjang sejarah. Meski demikian, kontroversi justru memperluas jangkauan publikasi acara tersebut.
Video resmi halftime show Bad Bunny di YouTube berhasil menembus lebih dari 35 juta penayangan dalam waktu kurang dari 24 jam, menandakan dominasi respons positif dari publik global.
Selain Lady Gaga dan Ricky Martin, sejumlah figur publik turut meramaikan panggung sebagai penari maupun tamu kejutan. Di antaranya Pedro Pascal, Karol G, Cardi B, Jessica Alba, hingga atlet Major League Baseball Ronald Acuña Jr.
Mengutip Netflix Tudum, pertunjukan yang dibuka dengan “Tití Me Preguntó” dan ditutup dengan pesan “cinta lebih kuat dari kebencian” tersebut menegaskan posisi halftime show bukan sekadar hiburan sela pertandingan, melainkan peristiwa budaya. Melalui momen ini, Bad Bunny semakin mengukuhkan dirinya sebagai superstar global yang mampu melampaui batas bahasa, budaya, dan genre hiburan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....