Ruwahan Perkuat Solidaritas Sosial Masyarakat Jawa
- 07 Feb 2026 12:02 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang- Tradisi ruwahan tidak hanya bermakna spiritual, tetapi juga memiliki peran penting dalam mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat Jawa. Melalui kegiatan kenduri dan berbagi makanan, tradisi ini menjadi ruang silaturahmi lintas generasi.
Budayawan Sanggar Budaya Sangguran, Siswanto Galuh Aji, mengatakan bahwa ruwahan merupakan contoh nyata kearifan lokal yang mengajarkan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. Masyarakat saling membantu dalam membersihkan makam, menyiapkan makanan, hingga mengikuti doa bersama.
“Ruwahan itu ajang bertemu, saling memaafkan, dan menguatkan ikatan sosial sebelum Ramadan,” katanya kepada RRI, Sabtu (7/2/2026)
Makanan seperti apem, ketan, dan kolak yang dibagikan dalam tradisi ruwahan memiliki makna filosofis. Apem melambangkan permohonan ampun, sementara ketan menjadi simbol eratnya tali silaturahmi antarwarga.
“Lewat makanan, masyarakat diajak untuk saling berbagi dan tidak hidup sendiri-sendiri,” ungkapnya.
Siswanto menilai tradisi ruwahan masih sangat relevan di tengah kehidupan modern yang cenderung individualistis. “Ruwahan mengingatkan kita bahwa kekuatan masyarakat ada pada kebersamaan dan kepedulian,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....