Ruwahan Jadi Sarana Introspeksi Jelang Ramadan
- 07 Feb 2026 11:59 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang- Tradisi ruwahan atau nyadran menjadi salah satu bentuk persiapan spiritual masyarakat Jawa dalam menyambut bulan Ramadan. Melalui doa, tahlil, dan ritual pembersihan diri, masyarakat diajak untuk melakukan introspeksi sebelum menjalani ibadah puasa.
Budayawan Sanggar Budaya Sangguran, Siswanto Galuh Aji, menyebut ruwahan sebagai momentum penting untuk memperkuat hubungan manusia dengan Tuhan sekaligus dengan sesama. Tradisi ini dilakukan pada bulan Ruwah yang dipercaya sebagai waktu terbaik untuk mendoakan arwah leluhur.
“Ruwahan mengajarkan bahwa sebelum beribadah secara lahiriah, manusia perlu membersihkan batinnya terlebih dahulu,” katanya kepada RRI, Sabtu (7/2/2026).
Selain doa dan tahlilan, masyarakat juga melakukan adus kramas atau mandi keramas sebagai simbol penyucian diri. Ritual ini dipercaya menjadi tanda kesiapan spiritual dalam menyambut Ramadan.
“Adus kramas itu maknanya membersihkan diri, bukan hanya tubuh, tapi juga niat dan pikiran,” ungkapnya.
Menurut Siswanto, nilai spiritual dalam ruwahan sejalan dengan ajaran Islam tentang pentingnya memohon ampunan dan memperbaiki diri menjelang bulan penuh berkah. “Tradisi ini membantu masyarakat lebih siap secara mental dan spiritual menghadapi Ramadan,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....