Lokasi Syuting Drakor Ini Tarik Perhatian Penonton
- 31 Jan 2026 11:50 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Drama Korea Can This Love Be Translated? mencatat sekitar 9 juta penonton dalam sepekan penayangannya di Netflix. Selain alur cerita romantis lintas budaya, serial ini juga menarik perhatian publik karena menampilkan berbagai lokasi syuting ikonik di Jepang, Kanada, dan Italia yang dikenal sebagai destinasi wisata dunia.
Dikutip dari CNN Indonesia yang melansir Korea Times, Sabtu (31/1/2026), salah satu lokasi pengambilan gambar berada di Kamakura, Prefektur Kanagawa, Jepang. Kota pesisir ini dikenal dengan patung Buddha perunggu abad ke-13 serta kuil Shinto yang telah berdiri sejak abad ke-11. Kamakura tampil pada episode awal melalui adegan Cha Mu-hee dan Joo Ho-jin yang berdiri saling berhadapan, namun terpisah oleh kereta api yang melintas, dengan latar perpaduan suasana pantai dan jalanan tradisional Jepang.
Di Kanada, tim produksi memilih Horseshoe Canyon di Alberta sebagai latar adegan syuting reality show kencan yang mempertemukan Mu-hee dengan aktor Jepang Hiro Kurosawa. Kawasan ini memiliki lanskap tebing berlapis berbentuk tapal kuda, serta menawarkan aktivitas wisata seperti hiking, bersepeda, hingga berkemah.
Masih di Alberta, Danau Louise di Taman Nasional Banff turut ditampilkan. Danau ini dikenal dengan panorama pegunungan, fasilitas ski di Lake Louise Ski Resort, serta gondola wisata untuk menikmati pemandangan dari ketinggian. Lokasi tersebut menjadi latar adegan romantis saat dua pemeran utama menyaksikan kemunculan aurora yang terjadi secara alami ketika proses pengambilan gambar berlangsung.
Sementara itu di Italia, Pemandian Caracalla menjadi destinasi pertama yang dikunjungi para karakter utama dalam rangkaian cerita. Kompleks pemandian Romawi Kuno yang berdiri sejak 216 Masehi ini dulunya berfungsi sebagai pusat pemandian, olahraga, dan aktivitas sosial masyarakat Roma, sebelum berhenti beroperasi pada abad ke-6 akibat terganggunya pasokan air.
Masih di Italia, Civita di Bagnoregio menjadi latar menjelang akhir serial. Kota abad pertengahan yang dijuluki “Kota Sekarat” ini berdiri di atas tebing yang terus terkikis cuaca dan hanya dapat diakses melalui jembatan pejalan kaki. Lokasi tersebut digunakan untuk adegan pengakuan perasaan Hiro kepada Mu-hee, sekaligus menjadi salah satu momen emosional penutup cerita.
Kehadiran berbagai destinasi internasional tersebut dinilai turut memperkuat daya tarik Can This Love Be Translated?, sekaligus memperkenalkan kekayaan wisata dunia kepada para penonton.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....