“Para Perasuk” Tuai Standing Ovation di Sundance
- 29 Jan 2026 11:25 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Kabar membanggakan datang dari dunia perfilman Indonesia. Film “Para Perasuk” (Levitating) garapan sutradara Wregas Bhanuteja sukses mencuri perhatian penonton di Sundance International Film Festival 2026. Dalam penayangan perdananya, film ini mendapat sambutan meriah hingga standing ovation.
Pemutaran perdana yang berlangsung pada 24 Januari 2026 waktu Amerika Serikat menjadi momen istimewa bagi tim produksi. Respons positif dari penonton internasional membuat Wregas merasa bersyukur atas apresiasi yang diberikan terhadap karya terbarunya.
Ia berharap, sambutan hangat tersebut juga dapat dirasakan saat film ini tayang di bioskop Indonesia.
Tak hanya diputar di festival, Para Perasuk juga berhasil masuk dalam program World Cinema Dramatic Competition. Pencapaian ini menjadi catatan penting, mengingat terakhir kali film Indonesia tampil di kategori tersebut terjadi lebih dari satu dekade lalu.
Dibintangi oleh Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, dan Anggun, film ini mengangkat kisah Bayu, seorang anak muda yang terobsesi menjadi perantara roh. Di tengah pencariannya, ia harus berhadapan dengan ancaman kekuatan asing yang mengganggu ketenangan desanya.
Melalui film ini, Wregas menghadirkan pendekatan yang berbeda dalam mengangkat fenomena kerasukan. Ia menempatkannya sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat, bukan sekadar unsur mistis semata. Kerasukan dan ritual ditampilkan sebagai ruang bagi warga untuk saling terhubung dan melepaskan tekanan hidup.
Kualitas film ini juga mendapat apresiasi dari media internasional. Screen Daily memuji penampilan Anggun serta menyebut Para Perasuk sebagai film coming-of-age yang enerjik, cerdas, dan menyegarkan secara artistik.
Sebagai salah satu festival film independen paling bergengsi di dunia, Sundance 2026 diikuti oleh lebih dari 16 ribu film dari 164 negara. Dari ribuan karya tersebut, Para Perasuk terpilih untuk bersaing dengan sembilan film lainnya dalam kategori World Cinema Dramatic Competition.
Keikutsertaan ini melanjutkan rekam jejak Wregas di Sundance. Sebelumnya, film pendeknya Tak Ada yang Gila di Kota Ini juga pernah berkompetisi pada 2020.
Produser Iman Usman menyebut kehadiran Para Perasuk di Sundance sebagai langkah awal yang penting untuk menjangkau pasar internasional. Ia berharap film ini dapat terus melanglang buana ke berbagai negara sebelum akhirnya bertemu penonton di Tanah Air.
Dengan sambutan positif sejak pemutaran perdananya, Para Perasuk kini menjadi salah satu film Indonesia yang paling dinantikan. Kehadirannya di panggung dunia menjadi bukti bahwa karya sineas Tanah Air semakin diperhitungkan di kancah internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....