Drakor dan C-Drama Makin Mendunia
- 23 Jan 2026 08:03 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Fenomena drama Korea (drakor) dan drama China (C-drama) semakin menguat di platform streaming Netflix. Memasuki tahun 2026, dua genre drama Asia ini tidak hanya mempertahankan popularitasnya di kawasan Asia, tetapi juga terus memperluas jangkauan penonton global, termasuk di Indonesia.
Netflix melihat tren ini sebagai peluang besar. Berbagai judul drakor dan C-drama hadir dengan cerita yang semakin beragam, mulai dari romansa, thriller, fantasi, hingga drama berlatar sejarah. Kualitas produksi yang tinggi, pengembangan karakter yang kuat, serta alur cerita yang emosional membuat penonton betah mengikuti setiap episode.
Dari Korea Selatan, sejumlah drakor terbaru 2026 mencuri perhatian dan masuk dalam jajaran tontonan yang banyak dibicarakan. Salah satunya Can This Love Be Translated?, drama romansa lintas budaya yang mengangkat kisah penerjemah multibahasa dengan konflik cinta yang dekat dengan realitas global. Selain itu, Boyfriend on Demand juga ramai diperbincangkan berkat cerita ringan tentang aplikasi kencan virtual yang dibintangi Jisoo BLACKPINK.
Tak hanya romansa modern, drakor dengan sentuhan fantasi dan sejarah juga tetap diminati. No Tail to Tell menghadirkan kisah makhluk mitologi yang hidup di dunia modern, sementara The Scandal menawarkan drama romansa periode dengan intrik emosional yang kuat. Ada pula Tantara, drama berlatar industri musik Korea era 1960–1980 yang menampilkan perjalanan mimpi, ambisi, dan dinamika dunia hiburan.
Sementara itu, drama China atau C-drama juga menunjukkan peningkatan daya tarik di Netflix. Visual megah, kostum detail, serta latar cerita sejarah dan fantasi menjadi ciri khas yang membuat C-drama semakin digemari. Judul seperti Mo Li dan Love Beyond the Grave menarik perhatian penonton lewat kisah romansa berlatar dunia klasik yang dipadukan dengan unsur fantasi dan konflik emosional. Adaptasi cerita rakyat dan legenda juga hadir lewat serial seperti Liao Zhai, yang menawarkan nuansa misteri dan supranatural.
Cerita panjang dengan pengembangan karakter yang mendalam membuat penonton C-drama rela mengikuti puluhan episode tanpa merasa jenuh. Hal ini menjadi pembeda sekaligus daya tarik tersendiri dibandingkan serial Barat yang cenderung lebih singkat.
Dukungan Netflix melalui subtitle multibahasa dan distribusi global turut memperkuat posisi drakor dan C-drama sebagai tontonan arus utama. Drama Asia kini tidak lagi dipandang sebagai hiburan alternatif, melainkan telah sejajar dan bersaing dengan serial internasional lainnya.
Fenomena ini menandai perubahan selera tontonan global. Dengan semakin banyaknya drakor dan C-drama berkualitas yang tayang di Netflix sepanjang 2026, drama Asia diprediksi akan terus mendominasi layar penonton dunia dan menjadi bagian penting dari industri hiburan global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....