Topeng Senggreng : Kisah Perjuangan Cinta Panji-Sekartaji
- 12 Nov 2025 16:23 WIB
- Malang
KBRN, Malang: Kisah legendaris Kolo Percuno kembali dihidupkan lewat panggung Gebyak Wayang Topeng Malang 2025, yang digelar selama dua hari, 8–9 November, di kawasan wisata alam Boon Pring, Desa Wisata Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.
Pertunjukan ini menjadi bagian penting dalam Festival Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Malang 2025, yang bertepatan dengan pelaksanaan Indonesia Creative Cities Festival (ICCF). Tahun ini, Malang Raya — Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu — dipercaya menjadi tuan rumah rangkaian kegiatan nasional tersebut.
Di tengah gemerlapnya pameran subsektor ekonomi kreatif seperti kuliner, kriya, fesyen, dan musik, panggung Gebyak Wayang Topeng Malang menjadi magnet utama. Sepuluh sanggar topeng dari empat penjuru tradisi — Brang Lor, Brang Kidul, Brang Kulon, dan Brang Wetan — menghadirkan kekayaan kisah Panji yang menjadi ciri khas kebudayaan Malang Raya.
Salah satu penampilan paling memikat datang dari Sanggar Tari Topeng Bayu Candra Kirana asal Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, di bawah pimpinan Hadi Siswanto dan Ririn Arisanti. Sanggar ini membawakan lakon “Kolo Percuno” dengan gaya Brang Kidul yang lembut, spiritual, namun tegas dalam irama.
Cinta Panji–Sekartaji sebagai Laku dan Ujian Hidup
Dalam lakon Kolo Percuno, kisah cinta Raden Panji Asmorobangun dan Dewi Sekartaji diangkat bukan sekadar romansa dua insan, melainkan perjalanan spiritual yang sarat makna. Prabu Amiluhur, ayah Sekartaji, memberikan syarat berat kepada Panji: membawa Kuku Ponconoko, pusaka milik Udopati Kartolo dari Lumajang Tengah, sebagai tanda kesungguhan cinta.
Perjalanan Panji menemui Udopati Kartolo menjadi ujian panjang — dari menghadapi pasukan kerajaan Lumajang hingga pergulatan batin melawan kesombongan dan keputusasaan. Kuku Ponconoko dalam filosofi Jawa melambangkan pengendalian lima nafsu duniawi, simbol kesucian batin dan keseimbangan diri.
Akhirnya, setelah menaklukkan ego dan menempuh laku kebatinan, Panji mempersembahkan pusaka itu sebagai mahar bagi Sekartaji. Kisah ini menegaskan bahwa cinta sejati menuntut laku, kesabaran, dan keteguhan hati. Penyatuan Panji dan Sekartaji menjadi lambang harmoni antara rasa dan nalar, manusia dan nilai ketuhanan — inti dari kebijaksanaan Jawa.
Topeng Senggreng: Warisan Brang Kidul yang Terus Hidup
Kesenian Topeng Senggreng memiliki akar panjang dalam sejarah Topeng Malangan. Tradisi ini bermula dari Mbah Seno, putra dari Mbah Reni Polowijen, yang dikenal sakti dan ditugaskan menyebarkan seni topeng ke wilayah Malang Selatan. Dari Senggreng, tradisi ini menyebar ke Sumberpucung, Jatiguwi, Jambuwer, hingga Pakisaji.
Setelah Mbah Seno wafat, tradisi Topeng Senggreng diteruskan oleh Mbah Watiru, tokoh penting yang menjaga kelestarian hingga akhir hayatnya pada Juli 2018. Kini, tongkat estafet diteruskan oleh Hadi Siswanto dan Ririn Arisanti, murid Mbah Watiru, melalui Sanggar Tari Topeng Bayu Candra Kirana.
Ririn tidak hanya mempertahankan gaya Topeng Senggreng yang halus dan berkarakter spiritual, tetapi juga aktif mengajarkannya kepada generasi muda. Upaya ini memastikan bahwa warisan budaya Brang Kidul tetap lestari di tengah derasnya arus modernisasi.
Sanggar Bayu Candra Kirana: Dari Pelestarian ke Pemberdayaan
Sebagai sanggar tari terbesar di Kecamatan Sumberpucung, Sanggar Bayu Candra Kirana kini menjadi pusat pembelajaran seni dan ruang sosial bagi masyarakat sekitar. Setiap Minggu, lebih dari 350 murid dari berbagai usia berlatih di sanggar ini, menjadikannya pusat aktivitas seni yang hidup dan produktif.
Kehadiran sanggar ini juga berdampak ekonomi — munculnya warung makan, penjual perlengkapan tari, serta pelaku UMKM di sekitar area latihan. Sanggar Bayu Candra Kirana membuktikan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat.
Ririn dan Hadi berharap, semangat Kolo Percuno — cinta, perjuangan, dan kesetiaan — menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menghidupkan Topeng Malangan sebagai identitas budaya sekaligus sumber kebanggaan masyarakat Malang Raya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....