Penulis Mpokgaga Luncurkan Buku Kedua “Amigdala: Residu Yang Bersemayam”
- 23 Apr 2025 08:03 WIB
- Malang
KBRN, Malang: Setelah sukses dengan buku pertamanya, Amigdala: Perjalanan Merepresi Memori, penulis Mega Arnidya—yang dikenal dengan nama pena Mpokgaga—resmi meluncurkan lanjutan trilogi tersebut, berjudul Amigdala: Residu Yang Bersemayam. Buku ini kembali mengangkat perjuangan karakter utama, Ishtar Mahendra Sumoprawiro, dalam menghadapi sisa luka dari kekerasan domestik yang dialaminya.
Mengambil tema besar tentang “residu” dari trauma masa lalu, buku kedua ini menyajikan perjalanan emosional yang menggambarkan bagaimana manusia sering kali masih berkutat dengan rasa bersalah, ketakutan, dan keraguan diri. Mpokgaga mengatakan bahwa residu tersebut tidak hanya mengganggu relasi dengan orang lain, tapi juga dengan diri sendiri.
“Banyak dari kita (termasuk saya, tentu saja) masih terus bergumul dengan perasaan bersalah, rasa takut, serta ketidakpercayaan diri dalam membangun sebuah hubungan, Di buku kedua ini, semesta Amigdala kembali mencoba memberikan jawaban—atau minimal jalan keluar—dari kubangan residu yang belum selesai,” ujar Mpokgaga dalam talkshow bersama RRI Pro2 Malang, Selasa (22/4/2025).
Lewat Amigdala: Residu Yang Bersemayam, pembaca diajak menyelami lebih dalam kehidupan Ishtar, termasuk melalui perjalanan fisik dan batin yang melintasi kota hingga negara. Mpokgaga tidak segan menghidupkan kembali luka-luka pribadinya demi kejujuran cerita yang ia hadirkan.
“Saya harus kembali menyentuh kenangan yang membuat hati saya ‘bergetar’ atau bahkan ‘ngilu’ sebelum bisa menuliskannya satu per satu,” ungkapnya. “Tapi setelahnya, saya juga bertekad untuk menyelesaikan residu dalam diri saya sendiri.” lanjut wanita yang kini menetap di Ubud Bali ini.
Tak hanya berdampak secara emosional, buku pertama Amigdala bahkan memicu reaksi fisik bagi sebagian pembaca. Ada yang mengaku mengalami pusing, mual, muntah, hingga insomnia. Namun, justru karena kedalaman emosinya, karya tersebut mendapat respons luar biasa.
“Beberapa pembaca menyebut buku ini GILA. Tapi bagi saya, tujuan utama dari menulis trilogi Amigdala tetap satu: berbagi cerita. Ekspektasi saya hanyalah agar cerita ini bisa sampai ke mereka yang mungkin pernah atau sedang mengalami hal yang sama.” kata Mpokgaga sembari tertawa.
Buku “Amigdala: Residu Yang Bersemayam” karya Mpokgaga ini sudah bisa didapatkan dalam bentuk fisik pada tanggal 21 Februari 2024 di market place kenamaan Indonesia. (AA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....