Penyiar RRI Malang Duta Muda CBP Rupiah 2026, Bawa Misi Edukasi lewat Radio

  • 28 Jul 2026 02:53 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Mikrofon bukan sekadar alat kerja bagi M. Ainur Faqih. Bagi penyiar RRI Pro 2 Malang itu, radio menjadi ruang untuk menyampaikan pesan yang mampu menggerakkan masyarakat. Semangat itulah yang mengantarkannya meraih gelar Duta Muda Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah 2026 tingkat Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang.

Di tengah dominasi peserta yang berasal dari dunia perbankan, Faqih hadir dengan latar belakang berbeda. Ia membawa pengalaman sebagai insan penyiaran yang terbiasa membangun kedekatan dengan masyarakat melalui komunikasi yang sederhana, hangat, dan mudah dipahami.

Menurutnya, mengikuti ajang Duta Muda CBP Rupiah bukan semata mengejar prestasi, melainkan kesempatan untuk mengajak generasi muda lebih mencintai dan memahami Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa.

"Saya percaya perubahan besar selalu dimulai dari keberanian mengambil langkah kecil. Rupiah bukan hanya alat pembayaran, tetapi identitas bangsa yang harus kita cintai, banggakan, dan pahami. Sebagai anak muda, kita memiliki tanggung jawab menyampaikan pesan itu dengan cara yang dekat dengan masyarakat," ujar Faqih kepada RRI, Senin (27/7/2026).

Perjalanan menuju grand final tidak dilaluinya dengan mudah. Di sela tugasnya sebagai penyiar, ia harus membagi waktu untuk mempersiapkan materi presentasi, memperdalam kemampuan public speaking, serta merancang konsep yang berbeda dari peserta lainnya.

Alih-alih hanya menyampaikan data dan angka mengenai Rupiah, Faqih memilih mengangkat pendekatan yang lebih humanis. Dalam presentasinya, ia menyoroti pentingnya akses informasi bagi penyandang disabilitas netra dan menghadirkan cuplikan sandiwara radio sebagai media edukasi. Baginya, komunikasi yang inklusif akan membuat pesan tentang Rupiah lebih mudah diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.

Faqih menilai tantangan terbesar generasi muda saat ini bukan terletak pada minimnya informasi, melainkan kemampuan menyaring informasi dan mengubahnya menjadi aksi nyata.

"Anak muda jangan takut mencoba. Tidak harus berasal dari bidang ekonomi atau perbankan untuk ikut mengedukasi masyarakat tentang Rupiah. Apa pun profesinya, setiap orang bisa menjadi agen perubahan jika mau belajar, berinovasi, dan berkolaborasi," katanya.

Ia mengaku, proses menuju kemenangan juga diwarnai berbagai kegagalan saat latihan dan rasa gugup sebelum tampil. Namun, pengalaman tersebut justru membentuk kepercayaan dirinya untuk terus berkembang.

Setelah meraih gelar Duta Muda CBP Rupiah tingkat Bank Indonesia Malang, Faqih akan mewakili daerahnya pada ajang Duta Muda CBP Rupiah Tingkat Nasional di Jakarta.

Bagi Faqih, kemenangan bukan hanya soal membawa pulang selempang juara. Lebih dari itu, ia berharap semakin banyak generasi muda yang bangga menggunakan Rupiah, memahami nilainya, serta ikut menjaga martabat mata uang Indonesia.

Kisah Faqih membuktikan bahwa profesi apa pun dapat menjadi sarana untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Dari balik mikrofon radio, ia menunjukkan bahwa suara yang disampaikan dengan ketulusan mampu menginspirasi dan menumbuhkan kecintaan terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....