Uswatul Hasanah Rintis Usaha Homecare Massage Berawal dari Pengalaman Pribadi
- 02 Okt 2026 14:48 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang –Keinginan untuk tetap produktif setelah menjadi ibu rumah tangga mendorong Uswatul Hasanah merintis usaha jasa homecare massage. Berawal dari pengalaman pribadi, usaha tersebut kini berkembang dan telah didukung puluhan terapis.
Uswatul Hasanah menceritakan, ide mendirikan layanan pijat panggilan muncul setelah kelahiran anak pertamanya. Saat itu, ia menghadapi dilema antara fokus menjadi ibu rumah tangga atau tetap berkarier.
“Jadi ceritanya itu berawal dari kegalauan sebenarnya. Saat pertama kali kami punya anak itu ada bimbang, antara ingin jadi ibu rumah tangga atau berkarier di luar,” kata Uswatul Hasanah saat hadir dalam acara Jagongan UMKM di Pro 4 RRI Malang, Kamis (01/10/2026).
Sebagai seseorang yang sejak kecil menyukai pijat, kebutuhan tersebut semakin dirasakannya setelah memiliki anak. Saat masa menyusui, frekuensi pijat yang dilakukannya meningkat untuk membantu mengurangi rasa lelah akibat kurang tidur.
Pengalaman tersebut kemudian memunculkan keinginan untuk mempelajari teknik pemijatan secara profesional. Dengan memiliki usaha sendiri, ia berharap dapat mengatur waktu antara pekerjaan dan keluarga secara lebih fleksibel.
“Ide sederhananya adalah saya ingin menciptakan pekerjaan untuk diri saya sendiri,” tuturnya.
Hasanah mulai mempelajari berbagai teknik pijat dan anatomi dasar manusia sejak 2023. Setelah melalui proses belajar dan persiapan, ia resmi membuka layanan homecare massage pada Desember 2024.
Tingginya permintaan masyarakat membuat usaha tersebut berkembang dalam waktu relatif cepat. Lima bulan setelah beroperasi, Hasanah mulai merekrut terapis untuk memperluas layanan.
Saat ini, Hasanah Homecare didukung 25 terapis, terdiri dari lima terapis laki-laki dan 20 terapis perempuan. Pembagian tersebut dilakukan untuk menyesuaikan layanan dengan kebutuhan dan kenyamanan pelanggan.
Berbagai layanan ditawarkan, mulai dari pijat full body, pijat untuk ibu hamil dan anak, refleksiologi, body scrub, totok wajah, hingga bekam.
Hasanah mengatakan, aspek keamanan dan kenyamanan pelanggan menjadi perhatian dalam memberikan layanan. Para terapis dibekali pengetahuan medis dasar serta diwajibkan melakukan penapisan atau screening kondisi kesehatan sebelum pemijatan.
Komunikasi dengan pelanggan juga dilakukan terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan sebelum layanan diberikan.
Selain itu, peralatan yang digunakan, seperti alas, handuk, dan minyak pijat, disiapkan secara khusus dan dijaga kebersihannya untuk setiap pelanggan.
Melalui usaha tersebut, Uswatul Hasanah tidak hanya berupaya membangun kemandirian ekonomi, tetapi juga menciptakan ruang kerja yang dapat disesuaikan dengan peran dan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa persoalan dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi sumber ide untuk menciptakan peluang usaha, sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.
(Devi resa)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....