Merajut dari Rumah, Lita Sri Rahayu Kembangkan Narrucraft Jadi Penghasilan

  • 18 Sep 2026 10:54 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Lita Sri Rahayu, warga Gondanglegi, Kabupaten Malang, mengembangkan hobi merajut menjadi usaha kerajinan tangan bernama Narrucraft. Kegiatan yang awalnya dilakukan untuk mengisi waktu luang setelah berhenti dari pekerjaan kantoran pada 2018 tersebut, perlahan berkembang menjadi kegiatan yang memberikan penghasilan.

Lita mengaku telah mengenal berbagai keterampilan kerajinan sejak duduk di bangku SMP. Beberapa keterampilan yang dipelajarinya antara lain merajut, menyulam dan menjahit. Dari berbagai kegiatan tersebut, merajut menjadi keterampilan yang paling disukainya karena dapat dilakukan dari rumah sekaligus menjadi sarana untuk menyalurkan kreativitas.

Dalam membuat berbagai produk, Lita lebih banyak menggunakan teknik crochet atau merajut dengan satu jarum yang disebut hakpen atau hook. Teknik tersebut menurutnya cukup menyenangkan karena dapat dilakukan dengan santai sambil mendengarkan musik maupun melakukan aktivitas ringan lainnya.

Menurut Lita, kegiatan merajut tidak hanya menghasilkan produk kerajinan, tetapi juga memberikan kepuasan tersendiri. Bermain dengan berbagai warna benang dan menyelesaikan sebuah produk menjadi salah satu hal yang membuatnya menikmati proses merajut.

“Kebahagiaan yang bisa didapat dari merajut itu bisa mengurai isi pikiran yang ada di kepala, sekaligus bisa bermain warna,” ujar Lita saat menjadi narasumber dalam program Jagongan UMKM Pro4 RRI Malang, Kamis (17/9/2026).

Salah satu produk yang kini dikembangkan Narrucraft adalah tas rajut, termasuk tote bag. Lita memilih produk tersebut karena memiliki model yang sederhana, fungsional dan masih diminati masyarakat. Berbagai inspirasi desain diperoleh dari referensi digital seperti Pinterest dan YouTube, kemudian dikembangkan kembali sesuai karakter dan kreativitasnya.

Bagi Lita, produk handmade memiliki nilai tersendiri karena proses pembuatannya membutuhkan waktu, ketelitian dan kesabaran. Setiap produk juga memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Ketika menemukan kesalahan dalam proses pengerjaan, ia memilih membongkar bagian rajutan dan mengerjakannya kembali agar kualitas produk tetap terjaga.

“Kalau ada kesalahan di bagian rajutan, biasanya saya bongkar lagi atau frogging, kemudian saya kerjakan kembali supaya hasilnya sesuai dan kualitasnya tetap bagus,” kata Lita.

Selain tote bag, Narrucraft juga pernah mengembangkan berbagai produk lainnya seperti connector masker, taplak meja, cardigan hingga sweater. Saat pandemi COVID-19, pembuatan connector masker menjadi salah satu produk yang mulai memberikan penghasilan bagi Lita. Untuk bahan, ia lebih sering menggunakan benang polyester karena dinilai lebih ringan dan relatif mudah dikerjakan, sementara benang katun digunakan untuk produk tertentu.

Nama Narrucraft sendiri diambil dari rangkaian nama kecil Lita, yaitu Sarina Nur Lita. Nama tersebut dipertahankan sebagai identitas usaha sekaligus bentuk penghargaan terhadap almarhumah ibunya yang memberikan nama tersebut. Bagi Lita, nama Narrucraft memiliki arti tersendiri karena menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

Dalam mengembangkan usahanya, Lita masih menghadapi tantangan terutama dalam hal pemasaran. Hampir seluruh kegiatan usaha dilakukan sendiri, mulai dari produksi, promosi, pengemasan hingga administrasi. Meski demikian, ia tetap berupaya mengembangkan usaha sekaligus membagikan keterampilan merajut kepada masyarakat.

Lita juga membuka kesempatan belajar merajut secara gratis bagi anak-anak. Sementara bagi orang dewasa yang ingin mempelajari keterampilan merajut sebagai bekal untuk kegiatan komersial, pembelajaran dilakukan secara berbayar sebagai bentuk penghargaan terhadap waktu, ilmu dan proses yang diberikan.

Perjalanan Narrucraft menunjukkan bahwa usaha dapat berkembang dari kegiatan sederhana yang dilakukan dengan tekun. Melalui keterampilan merajut, Lita tidak hanya menghasilkan berbagai produk kerajinan, tetapi juga membangun kreativitas dan sumber penghasilan dari rumah. (Mey)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....