Berawal dari Camilan Keluarga, Tafisya Kini Kembangkan Beragam Produk Stik

  • 17 Sep 2026 11:43 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Ninie Putra Jaya di Kota Batu terus mengembangkan produk makanan ringan dengan merek Tafisya. Usaha yang berawal dari pembuatan stik bawang untuk konsumsi keluarga tersebut kini berkembang dengan menghadirkan berbagai olahan camilan dan pilihan rasa.

Owner Ninie Putra Jaya, Tantok Nurkhujaeni, mengatakan usaha tersebut pertama kali dirintis oleh sang ibu sekitar 2001–2002. Pada awalnya, stik bawang yang dibuat hanya diperuntukkan bagi konsumsi keluarga dan belum memiliki tujuan untuk dipasarkan.

Ide untuk menjadikan stik bawang sebagai produk yang dijual muncul setelah sejumlah teman sang ibu mencicipi camilan tersebut saat berkunjung ketika Hari Raya Idulfitri. Respons positif dari para tamu kemudian mendorong keluarga tersebut untuk mencoba memasarkan produk.

“Teman-teman ibu bilang, kenapa ini nggak dijual ke kita, ini enak loh. Dari situ kita mulai mencoba berani menjual,” ujar Tantok, Rabu (16/9/2026).

Menurut Tantok, produk mulai dipasarkan pada 2010 dengan cara sederhana, yakni dari teman ke teman. Pada masa awal pemasaran, stik bawang tersebut masih dijual tanpa merek, label, maupun perizinan. Pemasaran juga belum dilakukan melalui toko sehingga jangkauan konsumennya masih terbatas.

Seiring berjalannya waktu, usaha mulai dikembangkan secara bertahap. Keluarga kemudian mulai memperhatikan aspek legalitas sebagai bagian dari upaya mengembangkan produk dan memperluas pemasaran.

Proses pengurusan legalitas produk mulai dilakukan pada 2015. Salah satunya melalui pengajuan izin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT). Legalitas tersebut kemudian dilengkapi dengan sertifikat halal yang diurus pada 2016 serta sejumlah legalitas lainnya.

Tantok menilai kelengkapan legalitas penting bagi keberlangsungan usaha karena dapat mendukung kepercayaan konsumen terhadap produk yang dipasarkan.

“Kalau produk kita ini legalitasnya jelas, sudah lengkap, akan juga mendukung nilai penjualan dan kepercayaan customer,” kata Tantok.

Setelah legalitas mulai terpenuhi, Tafisya semakin berani memperluas pemasaran. Produk yang sebelumnya dipasarkan secara sederhana dari teman ke teman mulai ditawarkan ke sejumlah toko oleh-oleh di Kota Batu.

Tidak hanya memperluas pemasaran, Ninie Putra Jaya juga melakukan inovasi untuk menyesuaikan produk dengan kebutuhan konsumen. Produk pertama yang dibuat berupa stik bawang dengan dua pilihan rasa, yakni original dan bawang.

Dalam perkembangannya, Tafisya menambah produk berupa stik potato dengan sejumlah pilihan rasa, di antaranya balado, jagung, dan pedas.

“Dari stik bawang itu kemudian ada inovasi, tetap stik berupa kerupuk, yaitu stik potato,” ujar Tantok.

Untuk produksi stik bawang, proses pengolahan dilakukan secara mandiri, mulai dari pengolahan bahan hingga penggorengan. Sementara untuk beberapa produk lainnya, bahan diperoleh dalam kondisi sudah matang, kemudian diberikan tambahan rasa sesuai dengan kebutuhan.

Dalam pengembangan produknya, Tafisya juga memperhatikan aspek kehalalan bahan yang digunakan. Setelah memiliki sertifikasi halal, bahan-bahan produksi harus memenuhi persyaratan halal, termasuk tepung, gula, dan bahan pendukung lainnya.

“Kalau mau dapat sertifikat halal, kita juga harus memakai bahan-bahan yang sudah tersertifikat halal, jadi nggak sembarangan,” jelas Tantok.

Perjalanan Tafisya dari camilan yang awalnya hanya dibuat untuk keluarga hingga menjadi produk yang dipasarkan di sejumlah toko oleh-oleh di Kota Batu dilakukan secara bertahap. Pengembangan legalitas, inovasi produk, serta penambahan varian rasa menjadi bagian dari upaya Ninie Putra Jaya untuk mempertahankan dan mengembangkan usahanya.

Saat ini, Tafisya terus mengembangkan pilihan camilan dengan menyesuaikan inovasi produk terhadap kebutuhan konsumen di pasar. (Ira Azlina)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....