Balqis Alivia Kenalkan Merajut sebagai Sarana Relaksasi Generasi Z

  • 15 Sep 2026 16:15 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Aktivitas merajut tidak hanya menjadi keterampilan untuk menghasilkan kerajinan tangan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai kegiatan yang membantu seseorang beristirahat sejenak dari rutinitas dan kepadatan pikiran. Hal tersebut dirasakan Balqis Alivia Nahwa, owner Toko Rajut Malang, yang mulai mengenal dunia rajut ketika menjalani perkuliahan secara daring pada masa pandemi COVID-19.

Balqis mengaku, merajut menjadi salah satu kegiatan yang membantunya mengalihkan perhatian dari berbagai pikiran dan persoalan sehari-hari. Sebagai generasi Z yang akrab dengan media sosial dan berbagai informasi, ia merasakan manfaat ketika dapat memusatkan perhatian pada proses merajut.

“Karena saya Gen Z, apa-apa overthinking. Isi pikiran saya penuh. Buka media sosial sedikit, melihat pemberitaan yang beredar di luar sana, dan dari situ menurut saya merajut adalah solusi,” ujar Balqis dalam Jagongan UMKM, Senin (14/9/2026).

Menurutnya, proses merajut membutuhkan konsentrasi, terutama ketika mengikuti hitungan dan pola tertentu. Fokus tersebut membuatnya dapat menikmati kegiatan secara perlahan tanpa harus terus memikirkan berbagai hal di luar aktivitas yang sedang dilakukan.

“Ketika saya merajut, pikiran saya hening. Saya fokus dengan hitungan-hitungan pola rajut. Ketika rajutannya jadi, saya merasakan kepuasan itu sendiri. Saya sejenak melupakan pikiran dan masalah saya,” tuturnya.

Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu alasan Balqis mengembangkan Toko Rajut Malang. Ia ingin menyediakan perlengkapan yang dapat membantu masyarakat, khususnya pemula, memulai kegiatan merajut dengan lebih mudah.

Toko Rajut Malang menawarkan paket belajar yang dilengkapi benang, alat, serta tutorial. Beberapa paket juga menyediakan pola berbentuk hewan, bunga, dan karakter tertentu. Pembeli dapat memilih warna benang sesuai kebutuhan untuk menghasilkan kerajinan sesuai kreativitas masing-masing.

Balqis mengatakan, saat ini dirinya masih berfokus pada penyediaan paket ramah pemula. Ia belum memprioritaskan produksi pakaian rajut, seperti baju atau vest, karena proses pembuatannya dinilai lebih kompleks bagi orang yang baru belajar.

“Saya masih fokus ke paket dasar yang pemula-friendly, yang bisa diikuti oleh pemula. Untuk merajut baju dan sebagainya itu cukup susah, apalagi kalau yang belum pernah merajut sama sekali,” jelasnya.

Selain menyediakan perlengkapan, Balqis juga membagikan tutorial merajut melalui media sosial sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kegiatan tersebut kepada masyarakat. Ia berharap semakin banyak orang berani mencoba merajut tanpa merasa harus memiliki keterampilan sejak awal.

Meski merajut dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan dan membantu relaksasi, Balqis menekankan bahwa proses belajar tetap membutuhkan kesabaran, disiplin, dan kemauan untuk terus mencoba. Baginya, kegiatan tersebut bukan sekadar menghasilkan produk, tetapi juga memberikan ruang bagi seseorang untuk menikmati proses dan mengembangkan kreativitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....