KKN UMM Bantu UMKM Mulyoagung Go Digital
- 24 Agt 2026 15:56 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Berdampak Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Kelompok 197 mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Mulyoagung, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, memperkuat branding dan memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pemasaran.
Humas KKN Kelompok 197 UMM, Iszra Nadia Nursenda, mengatakan pendampingan dilakukan setelah mahasiswa melakukan observasi dan wawancara langsung dengan sejumlah pelaku UMKM. Dari kegiatan tersebut, mahasiswa menemukan masih ada pelaku usaha yang belum memiliki identitas usaha yang kuat dan belum memanfaatkan fasilitas digital secara optimal.
“Pendampingan ini dilakukan berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan pelaku UMKM, sehingga program yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing usaha,” ujar Iszra Nadia Nursenda, Senin 24 Agustus 2026.
Sejumlah UMKM diketahui belum memiliki logo maupun banner sebagai identitas usaha. Pemanfaatan Google Maps, pembayaran digital melalui QRIS, serta media sosial sebagai sarana promosi juga masih terbatas.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa memberikan pendampingan berupa pembuatan logo, banner, QRIS, hingga pendaftaran lokasi usaha di Google Maps. Pelaku UMKM juga dikenalkan dengan pemanfaatan media sosial untuk memperluas pemasaran.
Pendampingan mencakup pembuatan konten sederhana, mulai dari mengambil foto produk, menuliskan informasi produk, hingga mengunggahnya ke media sosial. Program tersebut diarahkan agar pelaku usaha tidak hanya menerima fasilitas yang dibuat mahasiswa, tetapi juga mampu menggunakannya secara mandiri setelah KKN berakhir.
Salah satu pelaku usaha yang mendapat pendampingan adalah Ibu Ira. Setelah lokasi usahanya didaftarkan ke Google Maps, ia mengaku pelanggan lebih mudah menemukan tempat usahanya.
“Setelah usaha saya terdaftar di Google Maps, usaha saya menjadi lebih mudah ditemukan oleh pelanggan,” ujar Ibu Ira.
Pendampingan tersebut mulai memberikan perubahan bagi UMKM yang terpilih. Logo dan banner memberikan identitas usaha yang lebih jelas, QRIS menyediakan alternatif pembayaran digital, sedangkan Google Maps membantu konsumen menemukan lokasi usaha. Pemanfaatan media sosial juga membuka peluang pemasaran produk kepada masyarakat yang lebih luas.
Bagi KKN Program Berdampak Kelompok 197 UMM, program tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mengembangkan potensi ekonomi masyarakat Desa Mulyoagung. Pendampingan diharapkan tidak berhenti pada pemberian fasilitas, tetapi berlanjut melalui kemampuan pelaku UMKM memanfaatkan teknologi secara mandiri dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....