Pasca Viral, Omzet PKL Alun-Alun Kota Batu Turun hingga 80 Persen

  • 28 Jul 2026 14:01 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Viralnya unggahan di media sosial terkait dugaan praktik tidak higienis salah satu pedagang kuliner di kawasan Alun-Alun Kota Batu berdampak luas terhadap aktivitas perdagangan. Sebanyak 537 pedagang kaki lima (PKL) mengaku merasakan penurunan jumlah pembeli hanya dalam hitungan hari setelah unggahan tersebut beredar.

Dampak yang dirasakan tidak hanya dialami pedagang yang menjadi sorotan, tetapi juga seluruh pedagang yang berjualan di kawasan tersebut.

"Luar biasa dampaknya. Jualan sepi, bahkan banyak orang yang datang hanya untuk memotret lapak kami. Kami seperti dihakimi tanpa ada pengadilan," kata Ketua Paguyuban PKL Kota Batu, Puspita Hedysari, dalam program Halo RRI, Senin, 27 Juli 2026.

Menanggapi pertanyaan pendengar di program Halo RRI mengenai dampak video viral bagi PKL kuliner di sekitar Alun Alun, Puspita menjelaskan, penurunan omzet sejumlah pedagang mencapai angka yang sangat signifikan.

"Kemarin penurunannya bisa sampai 80 persen. Jangan sampai satu utas yang belum disertai bukti menghancurkan usaha yang dirintis bertahun-tahun," ujarnya.

Ia menjelaskan, total terdapat 537 PKL yang menggantungkan penghasilan di kawasan Alun-Alun Kota Batu. Karena itu, informasi yang belum terverifikasi berpotensi menimbulkan efek domino terhadap perekonomian para pelaku usaha.

Puspita berharap masyarakat lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial serta menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pemerintah.

"Impact-nya bukan hanya satu pedagang, tetapi 537 pedagang yang terdampak. Kami terbuka terhadap kritik dan masukan, tetapi mohon disampaikan secara bijak dan disertai bukti," katanya.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Ia juga mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah yang langsung melakukan monitoring terhadap seluruh lapak untuk memastikan kondisi sanitasi dan kebersihan pedagang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....