STIE Malangkuçeçwara Dorong UMKM Nori Naik Kelas

  • 22 Jul 2026 14:02 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pendidikan, tetapi juga ikut mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penerapan teknologi. Hal ini dilakukan tim dosen STIE Malangkuçeçwara (ABM) Malang melalui pendampingan terhadap UMKM Revani Kue, produsen keripik nori atau Seaweed Crisp di Kota Malang.

Pendampingan tersebut dilakukan dengan memberikan bantuan teknologi berupa food dehydrator dan spinner. Kehadiran dua alat ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas produk, mempercepat proses produksi, sekaligus memperpanjang masa simpan Seaweed Crisp Revani Kue.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat STIE Malangkuçeçwara, Dr. Dra. Siti Munfaqiroh, M.Si., mengatakan program tersebut berawal dari kebutuhan mitra untuk mendapatkan kepastian dalam proses pengeringan produk.

"Keinginan mitra kami adalah menjamin pengeringan produk yang dihasilkan lebih pasti sesuai dengan waktu yang ditentukan. Karena itu, kami mencoba menginisiasi dengan mengajukan proposal ke Kemendiktisaintek untuk pengadaan teknologi food dehydrator," ujar Siti. Rabu 22 Juli 2026.

Proposal tersebut kemudian mendapat persetujuan dan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek tahun anggaran 2026. Selain food dehydrator, tim dosen STIE Malangkuçeçwara juga memberikan bantuan tambahan berupa spinner untuk mendukung proses produksi.

Menurut Siti, penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu Revani Kue meningkatkan kapasitas produksi dan memenuhi permintaan konsumen secara lebih cepat serta konsisten.

"Untuk kesekian kalinya kita mendapat kepercayaan lolos dalam pendanaan hibah ini. Alhamdulillah, setelah kita ajukan, kita lolos pendanaan DPPM Kemendiktisaintek tahun anggaran 2026 berupa food dehydrator. Selain itu, kami juga memberikan tambahan bantuan alat berupa spinner," ungkapnya.

Bagi Revani Kue, dukungan teknologi tersebut memberikan perubahan signifikan dalam proses produksi. Pengeringan nori yang sebelumnya mengandalkan sinar matahari kini dapat dilakukan menggunakan food dehydrator sehingga lebih higienis dan tidak bergantung pada kondisi cuaca.

Sementara penggunaan spinner membantu mengurangi kandungan minyak setelah proses penggorengan. Kombinasi kedua teknologi tersebut membuat produk menjadi lebih renyah, lebih sehat, dan memiliki masa simpan lebih panjang.

Owner Revani Kue, Evi Afidah, mengatakan sebelum mendapatkan bantuan teknologi, produk Seaweed Crisp hanya mampu bertahan maksimal empat bulan. Setelah menggunakan spinner, masa simpan produk meningkat hingga lebih dari satu tahun.

"Setelah menggunakan spinner, Seaweed Crisp Revani Kue ini bisa bertahan lebih dari satu tahun," kata Evi.

Peningkatan kualitas tersebut sekaligus membuka peluang produk UMKM binaan tersebut untuk memperluas pasar. Revani Kue bahkan berpeluang kembali menawarkan produknya ke pasar Jepang yang sebelumnya belum dapat menerima produk karena masa simpannya belum memenuhi persyaratan.

Selain pendampingan teknologi produksi, tim STIE Malangkuçeçwara juga melibatkan mahasiswa dalam pengembangan promosi digital. Afizah Sabrina Ainurohmah, Mirza Haikal Rafsanjani, Gladis Naela Destiawan, dan Rhena Fadia Amalia turut membantu memperkuat promosi produk melalui media sosial.

Siti berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku UMKM dapat terus dikembangkan sehingga bantuan yang diberikan tidak berhenti pada pengadaan alat, tetapi mampu mendorong peningkatan kualitas dan daya saing produk secara berkelanjutan.

"Dengan semakin sedikit kandungan minyak di dalamnya, produk keripik nori atau Seaweed Crisp Revani Kue ini akan menjadi lebih sehat untuk dikonsumsi," pungkas Siti.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab kebutuhan nyata pelaku UMKM, sekaligus mendorong produk lokal Kota Malang agar semakin kompetitif di pasar nasional maupun internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....