Dosen FT UB Dampingi IKM Olahan Ikan di Katingan, Perkuat Daya Saing lewat Inovasi
- 06 Jul 2026 13:44 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Tim dosen Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) menjalankan program Dosen Berkarya melalui pendampingan Industri Kecil Menengah (IKM) pengolahan ikan di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Program ini difokuskan pada penguatan model bisnis dan peningkatan kualitas produksi untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha sekaligus mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs) 8 tentang Decent Work and Economic Growth.
Program pengabdian ini dipimpin oleh Hary Sudjono, S.Si., M.T. dari Program Studi Teknik Industri. Ia didampingi empat dosen FT UB, yakni Prof. Dr. Eng. Moch. Agus Choiron, S.T., M.T. dari Teknik Mesin, Rakhmat Himawan, S.T., M.Sc., Ph.D. dari Teknik Industri, Ir. Teguh Utomo, M.T. dari Teknik Elektro, serta Ir. Endra Yuafanedi Arifianto, S.T., M.T. dari Teknik Industri.
Ketua tim pengabdian, Hary Sudjono mengatakan, program tersebut dilaksanakan selama lima bulan bekerja sama dengan Dinas Perindustrian, Transmigrasi, dan Tenaga Kerja Kabupaten Katingan. Pendampingan dilakukan sebagai upaya menjawab berbagai tantangan yang masih dihadapi pelaku IKM, mulai dari lemahnya perencanaan bisnis hingga proses produksi yang belum optimal.
"Program ini bertujuan meningkatkan daya saing IKM pengolahan ikan melalui penguatan model bisnis dan peningkatan proses produksi. Harapannya, pelaku usaha tidak hanya mampu menghasilkan produk yang lebih berkualitas, tetapi juga memiliki strategi bisnis yang berkelanjutan sehingga mampu memperluas pasar dan menciptakan lapangan kerja," kata Hary, Senin (6/7/2026).
Rangkaian kegiatan diawali dengan identifikasi kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi pelaku usaha. Selanjutnya, tim memberikan pelatihan penyusunan Business Model Canvas (BMC) untuk membantu pelaku IKM memahami strategi pengembangan usaha, mulai dari segmentasi pasar, proposisi nilai, saluran distribusi, hingga pengelolaan biaya dan sumber pendapatan.
Selain aspek manajerial, program juga menyentuh sisi teknis produksi melalui pelatihan pengemasan produk dan penggunaan peralatan yang lebih modern.
Program pengabdian ini dipimpin oleh Hary Sudjono, S.Si., M.T. dari Program Studi Teknik Industri. Ia didampingi empat dosen FT UB, yakni Prof. Dr. Eng. Moch. Agus Choiron, S.T., M.T. dari Teknik Mesin, Rakhmat Himawan, S.T., M.Sc., Ph.D. dari Teknik Industri, Ir. Teguh Utomo, M.T. dari Teknik Elektro, serta Ir. Endra Yuafanedi Arifianto, S.T., M.T. dari Teknik Industri.
Ketua tim pengabdian, Hary Sudjono mengatakan, program tersebut dilaksanakan selama lima bulan bekerja sama dengan Dinas Perindustrian, Transmigrasi, dan Tenaga Kerja Kabupaten Katingan. Pendampingan dilakukan sebagai upaya menjawab berbagai tantangan yang masih dihadapi pelaku IKM, mulai dari lemahnya perencanaan bisnis hingga proses produksi yang belum optimal.
"Program ini bertujuan meningkatkan daya saing IKM pengolahan ikan melalui penguatan model bisnis dan peningkatan proses produksi. Harapannya, pelaku usaha tidak hanya mampu menghasilkan produk yang lebih berkualitas, tetapi juga memiliki strategi bisnis yang berkelanjutan sehingga mampu memperluas pasar dan menciptakan lapangan kerja," kata Hary, Senin (6/7/2026).
Rangkaian kegiatan diawali dengan identifikasi kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi pelaku usaha. Selanjutnya, tim memberikan pelatihan penyusunan Business Model Canvas (BMC) untuk membantu pelaku IKM memahami strategi pengembangan usaha, mulai dari segmentasi pasar, proposisi nilai, saluran distribusi, hingga pengelolaan biaya dan sumber pendapatan.
Selain aspek manajerial, program juga menyentuh sisi teknis produksi melalui pelatihan pengemasan produk dan penggunaan peralatan yang lebih modern.
"Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk olahan ikan, memperpanjang daya simpan, serta memperkuat daya tarik produk di pasar yang lebih luas," ujarnya.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim dosen FT UB turut menyerahkan sejumlah peralatan produksi kepada mitra IKM agar hasil pelatihan dapat langsung diimplementasikan dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Kabupaten Katingan dipilih karena memiliki potensi besar di sektor perikanan tangkap. Berdasarkan data pemerintah daerah, potensi perikanan tangkap di wilayah tersebut mencapai sekitar 5.792 ton per tahun, dengan Kecamatan Kamipang sebagai penyumbang terbesar. Selama ini, sebagian besar hasil tangkapan masih dijual dalam bentuk mentah atau diolah menjadi produk bernilai tambah seperti amplang, kerupuk ikan, nugget, dan bakso ikan.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim dosen FT UB turut menyerahkan sejumlah peralatan produksi kepada mitra IKM agar hasil pelatihan dapat langsung diimplementasikan dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Kabupaten Katingan dipilih karena memiliki potensi besar di sektor perikanan tangkap. Berdasarkan data pemerintah daerah, potensi perikanan tangkap di wilayah tersebut mencapai sekitar 5.792 ton per tahun, dengan Kecamatan Kamipang sebagai penyumbang terbesar. Selama ini, sebagian besar hasil tangkapan masih dijual dalam bentuk mentah atau diolah menjadi produk bernilai tambah seperti amplang, kerupuk ikan, nugget, dan bakso ikan.
"Pengembangan industri olahan ikan juga menjadi strategi yang ramah lingkungan karena mampu meningkatkan nilai tambah hasil perikanan tanpa memberikan tekanan terhadap kawasan hutan," tuturnya.
Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Katingan dalam menjaga kelestarian sumber daya perikanan melalui regulasi perlindungan sumber daya ikan dan praktik penangkapan yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....