Berawal Gengsi, Sense Culinary Kini Siap Buka Outlet Pertama Juli

  • 02 Jul 2026 12:22 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Perjalanan membangun usaha kuliner tidak selalu dimulai dari sebuah rencana besar. Owner Sense Culinary, Yosep Atmaja, mengaku usahanya yang kini berkembang justru berawal dari pengalaman sederhana bersama sang istri hingga akhirnya menjadi bisnis yang terus bertumbuh.

Hingga saat ini, proses produksi di Sense Culinary masih dikerjakan berdua bersama istrinya. Meski permintaan pelanggan terus meningkat, keduanya tetap menjaga kualitas produk dengan terlibat langsung dalam setiap proses pembuatan.

"Kami sampai sekarang masih produksi berdua saja dengan istri. Semua proses masih kami kerjakan sendiri supaya kualitasnya tetap terjaga," ujar Yosep Atmaja saat acara Jagongan UMKM di PRO 4 RRI Malang, Rabu ( 1/7/2026)

Yosep menceritakan, sejak duduk di bangku kelas 2 SMA dirinya sebenarnya sudah ditawari kedua orang tuanya untuk melanjutkan usaha keluarga. Namun saat itu ia menolak karena memiliki impian lain sebagai seorang musisi.

"Waktu kelas 2 SMA saya pernah ditawari orang tua untuk meneruskan usaha mereka. Tapi saya jawab tidak. Dulu saya seorang musisi, jadi masih ada rasa gengsi kalau harus meneruskan usaha orang tua," kenangnya.

Pandangan Yosep mulai berubah ketika menempuh pendidikan di bangku kuliah. Saat itu ia berpacaran dengan perempuan yang kini menjadi istrinya. Keduanya sama-sama memiliki hobi memasak dan mulai mencoba membuat camilan dalam skala kecil.

Suatu hari, sang kekasih menawarkan pesanan kue kering Lebaran dari seorang temannya. Yosep pun langsung menyanggupi kesempatan tersebut.

"Istri saya waktu itu bilang ada temannya yang mau pesan kue Lebaran. Saya bilang, 'ayo saja, siapa sih yang nggak mau dapat cuan'," katanya sambil tersenyum.

Meski sejak kecil sering membantu ibunya membuat kue kering, Yosep mengaku tidak pernah meminta resep karena masih diliputi rasa gengsi. Saat itu pula internet belum semudah sekarang sehingga ia harus pergi ke warung internet (warnet) untuk mencari referensi resep.

"Waktu itu belum ada Google seperti sekarang. Saya sampai ke warnet mencari resep kue kering di internet. Padahal waktu saya masih SD, ibu sering membuat dan menjual kue kering, saya juga sering membantu. Tapi dulu tidak kepikiran minta resep karena masih gengsi," ungkapnya.

Menurut Yosep, resep yang ditemukannya di internet saat itu belum sesuai dengan cita rasa yang diinginkan. Ia kemudian mendatangi sejumlah toko kue untuk mencicipi berbagai produk sebagai bahan pembelajaran, lalu memadukannya dengan resep yang telah diperoleh hingga menghasilkan racikan sendiri.

"Setelah saya coba, resepnya kok rasanya aneh. Akhirnya saya keliling ke toko-toko kue untuk mencicipi rasanya, kemudian saya modifikasi resep yang saya dapat sampai menemukan rasa yang pas," jelas Yosep.

Hasil penjualan kue pertama tersebut tidak langsung digunakan untuk mengembangkan usaha. Yosep mengaku keuntungan yang diperoleh justru dipakai untuk memodifikasi sepeda motornya.

"Dulu uang hasil jualan pertama malah saya pakai buat modifikasi motor," katanya.

Kini, setelah bertahun-tahun mengembangkan usaha, Yosep membawa kabar baik bagi para pelanggannya. Ia menargetkan pembukaan outlet pertama Sense Culinary pada pertengahan Juli mendatang.

Menurutnya, outlet tersebut nantinya tidak hanya menyediakan aneka kue, tetapi juga menu nasi serta area perkopian sederhana dengan harga terjangkau, khususnya bagi para pengemudi ojek online.

"Pertengahan Juli nanti kami berencana membuka outlet. Di sana nanti ada kue, nasi, dan perkopian kecil. Harapannya teman-teman driver ojek online bisa mampir karena harganya ekonomis. Semua kue juga akan kami display, jadi kalau ada pelanggan yang ingin melihat contoh produknya bisa langsung datang ke outlet," tutur Yosep.

Di balik perjalanan usahanya, Yosep juga membagikan cerita mengenai asal-usul nama Sense Culinary. Ia menjelaskan bahwa "Sense" merupakan nama panggilan sang istri sejak kecil yang hingga kini masih digunakan oleh keluarganya.

"Dulu waktu pacaran kami punya cita-cita ingin memiliki bakery outlet sendiri. Karena istri saya dipanggil Sense sejak kecil, akhirnya kami sepakat menggunakan nama itu," ujarnya.

Awalnya, usaha tersebut sempat akan diberi nama Sense Cookies. Namun Yosep mengurungkan niat itu karena produk yang dijual semakin beragam dan tidak hanya berfokus pada kue kering.

"Awalnya mau pakai nama Sense Cookies, tetapi akhirnya kami pilih Sense Culinary karena produk kami bukan hanya cookies. Kami juga mengerjakan aneka snack, nasi kotak, dan berbagai pesanan lainnya," pungkas Yosep. (Devi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....