Rifan Bangun Bisnis Bakery hingga Tembus Pasar Digital

  • 28 Jun 2026 21:49 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Berawal dari modal Rp500 ribu saat masih duduk di bangku kuliah, Founder Tuffero Bakery, Rifan Herriyadi, berhasil mengembangkan bisnis kuliner yang kini dikenal luas melalui berbagai platform digital. Kisah tersebut ia bagikan dalam program Muda Kreatif Pro 2.

Rifan mengaku tertarik menekuni dunia usaha karena melihat bisnis memberikan peluang yang menjanjikan sekaligus kebebasan dalam mengatur waktu. Berbeda dengan pekerjaan kantoran yang memiliki jam kerja tetap, ia merasa dunia usaha lebih sesuai dengan karakter pribadinya.

"Keluarga saya kebanyakan bekerja sebagai karyawan. Waktu kuliah saya melihat bisnis itu menarik dan menguntungkan. Selain itu, saya memang orang yang sulit diatur, terutama soal waktu, sehingga memilih membangun usaha sendiri," ujarnya kepada RRI, Minggu (28/6/2026)

Keputusan tersebut ternyata juga menginspirasi adiknya untuk ikut terjun ke dunia wirausaha.

Menurut Rifan, banyak anak muda sebenarnya memiliki minat berbisnis, namun sering kali terkendala rasa takut karena menganggap modal menjadi hambatan utama.

"Banyak yang berpikir harus punya modal besar. Padahal saya memulai usaha pertama hanya dengan modal sekitar Rp500 ribu," katanya.

Perjalanan bisnisnya tidak selalu berjalan mulus. Sekitar lima tahun lalu, Rifan sempat mengalami kebangkrutan setelah mengelola usaha konveksi selama enam tahun. Pandemi COVID-19 membuat bisnis tersebut terpukul hingga akhirnya harus berhenti beroperasi.

Tidak ingin menyerah, ia mencoba peruntungan di sektor makanan dan minuman (F&B). Awalnya, ia memproduksi camilan makaroni sebelum akhirnya mengembangkan Tuffero Bakery dengan berbagai produk unggulan.

Saat ini, produk terlaris Tuffero Bakery adalah Nastar Sultan, sementara untuk kategori oleh-oleh tersedia produk strudel yang menjadi salah satu favorit pelanggan. Rifan juga menghadirkan inovasi melalui kolaborasi bersama kreator konten King Abdi dengan meluncurkan Terasi King dan Bumbu Hitam King Abdi.

Peningkatan permintaan membuat Tuffero Bakery tengah membangun pabrik baru di kawasan Graha Dewata sebagai langkah memperbesar kapasitas produksi.

Di sisi pemasaran, Rifan mengoptimalkan platform digital seperti TikTok dan Shopee. Strategi live shopping terbukti efektif menjangkau konsumen.

"Saat live di TikTok, pernah dalam waktu lima menit sebanyak 2.000 toples langsung habis terjual. Itu membuktikan pemasaran digital punya potensi yang sangat besar," ungkapnya.

Rifan berharap kisah perjalanannya dapat memotivasi anak muda untuk berani memulai usaha. Menurutnya, keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi juga kemauan untuk terus belajar, beradaptasi, dan bangkit ketika menghadapi kegagalan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....