Kue Rangin dan Pancong Legendaris Bertahan Lintasi Dua Generasi
- 24 Jun 2026 11:36 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Di tengah menjamurnya kuliner modern, usaha Kue Rangin dan Pancong Legend milik Zaenal tetap bertahan dan menjadi salah satu jajanan tradisional yang digemari masyarakat. Usaha tersebut merupakan warisan keluarga yang telah dijalankan selama lebih dari tiga dekade.
Zaenal, yang lahir dan besar di Kota Batu, menuturkan bahwa usaha tersebut awalnya dirintis oleh orang tuanya. Kue rangin yang dijual memiliki ciri khas berupa parutan kelapa di dalam adonannya dan dikenal dengan berbagai nama di sejumlah daerah di Indonesia.
"Kalau di Malang sering disebut serabi, di Bandung dikenal sebagai bandros. Di Surabaya namanya rangin, sedangkan di Jakarta lebih dikenal sebagai pancong," ujarnya dalam Jagongan UMKM di Pro 4 RRI Malang, Rabu (24/6/2026).
Menurut Zaenal, usaha yang telah berjalan lebih dari 30 tahun itu kemudian diteruskan oleh anak-anaknya sebagai generasi kedua. Ia mengaku awalnya tidak pernah membayangkan akan melanjutkan usaha keluarga tersebut. Namun kondisi saat itu membuatnya memilih menekuni usaha yang telah dirintis orang tuanya.
"Karena keadaan, mau tidak mau saya harus ikut berjualan dan meneruskan usaha keluarga," katanya.
Sejak 2012, Zaenal mulai aktif mengembangkan usaha tersebut. Pada masa awal berjualan, ia menjalankan usahanya secara keliling selama kurang lebih dua tahun untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat.
Wilayah Junrejo menjadi salah satu lokasi yang sering disinggahi. Dari sana, ia mulai mendapatkan pelanggan tetap yang terus bertambah dari waktu ke waktu.
Setelah memiliki basis pelanggan yang cukup kuat, Zaenal akhirnya memutuskan menetap di kawasan Jetis, Sengkaling. Hingga kini lokasi tersebut menjadi tempat berjualan yang dikenal oleh para pelanggan setianya.
Keberadaan Kue Rangin dan Pancong Legend tidak hanya menawarkan cita rasa tradisional, tetapi juga menjadi bukti bahwa kuliner warisan keluarga masih mampu bertahan di tengah persaingan bisnis kuliner yang semakin ketat.
Bagi Zaenal, menjaga kualitas rasa dan mempertahankan resep yang diwariskan orang tua menjadi kunci utama agar jajanan tradisional tersebut tetap diminati berbagai kalangan. Ia berharap usaha yang telah bertahan puluhan tahun itu dapat terus dilestarikan dan dikenal oleh generasi muda sebagai bagian dari kekayaan kuliner Nusantara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....