Berawal dari Helm Bekas, Dryhell Laundry Helm Berkembang Jadi Usaha Menjanjikan

  • 24 Jun 2026 11:36 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Berawal dari ketidaksengajaan dan keterbatasan modal, Budi Santoso berhasil mengembangkan usaha Dryhell Laundry Helm yang kini melayani puluhan pelanggan setiap hari. Usaha yang dirintis sejak 2016 bersama almarhum adiknya itu lahir dari pengalaman sederhana saat mencari helm bekas di pasar loak.

Budi menuturkan, saat itu dirinya sering mengunjungi Pasar Comboran untuk mencari barang-barang yang sulit ditemukan di toko. Karena keterbatasan biaya, ia memilih membeli helm bekas dibandingkan helm baru.

"Dulu saya sering ke pasar loak Comboran. Banyak barang yang tidak bisa kita temukan di toko. Karena tidak punya cukup uang untuk membeli helm baru, saya membeli helm bekas di sana," ujarnya kepada RRI, Selasa (23/6/2026).

Namun kondisi helm bekas yang dibeli tidak selalu bersih dan layak pakai. Hal itu mendorong Budi melakukan berbagai percobaan untuk membersihkan helm agar kembali nyaman digunakan. Bersama almarhum adiknya, ia meracik sejumlah formula pembersih hingga menemukan metode yang efektif.

"Awalnya hanya coba-coba membersihkan helm sendiri. Kami membuat beberapa formula sampai akhirnya menemukan cara yang bisa membuat helm benar-benar bersih," katanya.

Setelah hasilnya memuaskan, helm yang telah direkondisi kemudian dijual melalui marketplace. Di luar dugaan, produk tersebut mendapat respons positif dan cepat terjual. Bahkan, mulai bermunculan pelanggan tetap yang secara rutin membeli helm bekas hasil rekondisi.

Melihat peluang tersebut, almarhum ibunya memberikan ide yang kemudian menjadi titik awal lahirnya Dryhell Laundry Helm.

"Ibu pernah bilang, kenapa tidak membuka jasa laundry helm saja. Dari situ saya mulai serius menjalankan usaha ini, selain tetap menjual helm bekas rekondisi," ungkap Budi.

Pada masa awal operasional, layanan cuci helm ditawarkan dengan harga promosi Rp10 ribu per helm. Seiring berkembangnya usaha dan meningkatnya biaya operasional, tarif layanan kini menjadi Rp20 ribu untuk helm standar dan Rp35 ribu untuk helm full face.

Hingga saat ini, Dryhell Laundry Helm mampu membersihkan sekitar 50 hingga 60 helm setiap hari. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan perlengkapan berkendara.

Bagi Budi, perjalanan usahanya membuktikan bahwa peluang bisnis bisa muncul dari kebutuhan sehari-hari dan keberanian untuk mencoba hal baru. Dari sebuah helm bekas pasar loak, kini lahir usaha yang tidak hanya memberikan penghasilan, tetapi juga membuka layanan yang dibutuhkan masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....