Entrepreneur Fair, Ajang Mahasiswa Ma Chung Uji Kemampuan Bisnis di Dunia Nyata

  • 23 Jun 2026 13:00 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Pembelajaran kewirausahaan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ma Chung tidak berhenti di ruang kelas. Melalui Entrepreneur Fair (Efair) 2026, mahasiswa ditantang untuk terjun langsung ke dunia bisnis dan merasakan pengalaman membangun usaha secara nyata. Kegiatan yang berlangsung di Rooftop Malang Town Square (Matos) pada 20–21 Juni 2026 ini mengusung tema “Innovate to Elevate”

“Entrepreneur Fair menjadi ajang bagi mahasiswa Program Studi International Business Management dan Digital Business Accounting untuk memasarkan produk, mengelola operasional usaha, hingga berinteraksi langsung dengan konsumen,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Universitas Ma Chung, Wawan Eko Yulianto, Ph.D.

Ia menegaskan bahwa Entrepreneur Fair merupakan bagian penting dari proses pembelajaran kewirausahaan yang dirancang untuk mengasah keterampilan mahasiswa di luar teori perkuliahan.

“Efair ini merupakan kulminasi dari pembelajaran kewirausahaan. Mahasiswa belajar berwirausaha, berkomunikasi, bernegosiasi, dan menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul dalam praktik bisnis. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal yang berharga bagi mereka,” ujarnya.

Menurutnya, pengalaman terjun langsung ke pasar menjadi salah satu cara efektif untuk membangun mental wirausaha sekaligus meningkatkan kemampuan adaptasi mahasiswa dalam menghadapi dinamika dunia bisnis.

Senada dengan itu, dosen pendamping Program Studi International Business Management Universitas Ma Chung, Dr. Felik Sad Windu Wisnu Broto, S.S., M.Hum., menjelaskan bahwa Entrepreneur Fair merupakan bagian integral dari kurikulum yang dirancang untuk menghubungkan teori dengan praktik.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa menerapkan berbagai materi yang telah dipelajari selama perkuliahan, mulai dari strategi pemasaran, pengelolaan keuangan, hingga manajemen operasional bisnis.

“Mahasiswa International Business Management belajar bisnis selama enam semester, sementara mahasiswa Digital Business Accounting selama empat semester. Kami juga menyediakan mentor dan inkubator bisnis yang melibatkan dosen serta alumni untuk mendampingi mereka dalam mengembangkan usaha,” jelasnya.

Lebih dari sekadar mengejar keuntungan, Universitas Ma Chung juga menanamkan karakter dan daya juang kepada mahasiswa. Salah satu nilai yang terus ditekankan adalah kegigihan dalam menghadapi tantangan bisnis.

“Kami tidak hanya menargetkan mahasiswa mencapai titik impas atau break even point (BEP), tetapi juga mampu menghasilkan keuntungan. Yang terpenting adalah membangun kreativitas, keberanian mengambil peluang, dan daya juang yang kuat,” tambah Dr. Felik.

Ketua Pelaksana Entrepreneur Fair 2026, Cladious Owen mengungkapkan bahwa persiapan kegiatan dilakukan melalui proses yang cukup panjang. Mahasiswa tidak hanya bertanggung jawab mengembangkan produk, tetapi juga mengelola keseluruhan acara, mulai dari koordinasi panitia, kurasi tenant, hingga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak.

“Tahun ini kami mengangkat tema Innovate to Elevate karena di dunia bisnis yang kompetitif, menjadi biasa saja tidak cukup. Pelaku usaha harus terus berinovasi agar dapat berkembang dan bertahan,” kata dia.

Tema tersebut tercermin dari beragam produk yang ditampilkan mahasiswa. Mayoritas tenant menghadirkan produk kuliner dengan konsep kreatif, praktis, dan sesuai dengan tren pasar. Selain itu, terdapat pula berbagai produk nonkuliner seperti parfum, pengharum ruangan, dan produk kreatif lainnya.

Tidak hanya menjadi wadah pembelajaran mahasiswa, Entrepreneur Fair 2026 juga dikemas sebagai ajang hiburan yang terbuka untuk masyarakat umum. Berbagai kegiatan menarik turut memeriahkan acara, mulai dari talkshow inspiratif bersama influencer Gilang Herlambang, kompetisi cosplay, turnamen Mobile Legends, hingga penampilan musik dan unit kegiatan mahasiswa Universitas Ma Chung.

Koordinator Dosen Pendamping Entrepreneur Fair 2026, Teofilus Karnalim, S.M., M.Ec.Dev., mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Keberhasilan Entrepreneur Fair merupakan hasil kolaborasi dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta berbagai pihak yang mendukung kegiatan ini. Apresiasi setinggi-tingginya kami berikan kepada seluruh panitia, peserta tenant, dan mahasiswa yang telah berkontribusi sehingga acara ini dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....