Pengrajin Sepatu Pandaan Sukses Hasilkan Produk Tak Kalah dengan Luar Negeri

  • 18 Jun 2026 14:30 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Pasuruan - Keuletan, kesabaran dan kerja keras pasti membuahkan hasil. Tiga kata ini menggambarkan sosok Tri Mulyo, pengrajin sepatu dan sandal dari Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Betapa tidak, ditengah gempuran sepatu dan sandal bermerk yang ada di mall atau distro ternama, Tri tetap memproduksi sepatu dan sandal hampir 30 tahun lamanya.

Produk yang ia namai Three Stars ini kini menjadi favorit pilihan masyarakat dengan beragam usia, mulai anak-anak hingga orang dewasa. Pilihannya pun bermacam-macam, dari sepatu kantor, sekolah, safety shoes (sepatu pabrik), olahraga, PDH, marching band sampai sepatu fashion, semuanya ada di sini.

Ditemui di sela-sela kesibukannya, Kamis (18/6/2026), Tri bercerita seputar awal perjalanannya sebelum sesukses sekarang.

Berawal dari dirinya yang menjadi korban PHK (pemutusan hubungan kerja) perusahaan tempatnya bekerja, yakni pabrik sol sepatu mengalami kebakaran dan mengakibatkan kerugian material hingga miliaran rupiah.

“Tahun 1996 pabrik kebakaran sehingga banyak karyawan yang dirumahkan termasuk saya. Bingung sekali waktu itu karena saya mikir kerja apa nanti. Tapi tiba-tiba saya ingin membeli sol-sol yang sudah reject (rusak), dan ternyata diperbolehkan oleh perusahaan,” kenang Tri akan masa kelamnya dulu.

Tri menjual sol-sol itu ke salah satu pabrik di Mojokerto dengan sistem barter (tukar barang) sepatu. Dengan harapan mendapatkan banyak sepatu yang siap dijual kembali. Tapi ternyata sepatu yang didapatkannya juga dalam keadaan reject sehingga dirinya memilih untuk membuat sepatu sendiri.

“Bisa dibilang dibohongi. Tapi ya sudahlah, saya niat untuk membuat sepatu. Dengan modal kemampuan saya membuat sol, akhirnya saya mencari tukang jahit sepatu ditambah minjem uang di bank Rp 10 juta, saya nekat buat sepatu,” imbuhnya.

Kini, Tri boleh berbangga hati. Selain produknya banyak disukai semua kalangan. Ia juga sukses memberdayakan masyarakat sekitar. Istimewanya,ia tak pernah meliburkan para pekerjanya saat sepi orderan maupun saat pandemi covid-19 beberapa tahun lalu.

"Bagaimana karyawan jangan sampai libur meski sesepi apapun, saya berusaha menutup apapun yang terjadi dengan karyawan. Karena khan tiap usaha gak rame terus, kadang libur atau sepi, tapi saya tetap bertahan," terangnya.

Soal harga, sepatu dan sandal buatan Tri dibandrol dengan harga bervarian. Kalau safety shoes mulai dari Rp 120-Rp 150 ribu, sepatu kantor Rp 80-Rp 120 ribu, sepatu sport atau olahraga antara Rp 80-Rp 150 ribu, sepatu sekolah mulai Rp 60-Rp 150 ribu, sepatu PDH mulai Rp 120-Rp 200 ribu dan sepatu fashion mulai dari Rp 75-Rp 500 ribu.

"Harga disesuaikan dengan jenis sepatunya,” akunya.

Dalam sehari, tri rata-rata memproduksi antara 30-40 pasang sepatu. Ia pernah bercerita bahwa sehari pernah mendapat orderan 800 pasang sepatu yang dipesan Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf, beberapa tahun lalu.

"Dulu kaget karena dipesan langsung 800 pasang sepatu banser, ya saya mengerahkan 25 orang brol semuanya," tegasnya.

Dari semua produk yang dibuatnya, Tri hanya menginginkan satu saja, yakni semaksimal mungkin menerima orderan masyarakat meski hanya 1 pasang sepatu saja.

"Karena itu ada rejeki yang Allah berikan," pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....