Roti Bakar Pak Uwut dan Perjuangan Bertahan di tengah Ramainya Kuliner Malam

  • 12 Jun 2026 15:21 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID,Malang – Di tengah ramainya kawasan Sukun, Kota Malang, terdapat sosok sederhana yang setia mencari nafkah lewat usaha roti bakar. Ia adalah Pak Uwut, pria berusia 57 tahun asal Selorejo yang setiap hari berjualan roti bakar di depan SD Elim Sukun, tepatnya di Jalan S. Supriadi No.39 B, Sukun, Kota Malang, atau seberang Rumah Sakit RST Dr. Soepraoen.

Di usia yang tak lagi muda, Pak Uwut masih setia menjaga bara panggangan demi menghidupi keluarga. Dari sore hingga tengah malam, ia melayani pembeli yang datang silih berganti di kawasan yang dikenal ramai oleh aktivitas masyarakat, mahasiswa, hingga penunggu pasien rumah sakit.

Dengan rombong sederhana dan penerangan seadanya, Pak Uwut mulai berjualan sejak pukul 16.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB. Beragam menu roti bakar dijajakan dengan harga terjangkau, mulai dari varian selai stroberi, nanas, blueberry, cokelat, kacang, hingga kombinasi cokelat campur kacang. Selain itu tersedia juga varian premium seperti keju, keju susu, keju cokelat, keju kacang, hingga keju campur cokelat kacang yang menjadi favorit pelanggan malam hari.

Harga yang ditawarkan pun cukup ramah di kantong, berkisar Rp10 ribu hingga Rp24 ribu per porsi, sehingga banyak diminati pelajar, mahasiswa, hingga warga sekitar.

Perjalanan usaha Pak Uwut dimulai dari modal sederhana. Ia mengaku hanya memiliki modal awal sekitar Rp400 ribu untuk membeli bahan roti, sementara rombong jualannya menelan biaya sekitar Rp5 juta.

Meski harus bekerja sendiri, Pak Uwut tetap berusaha mempertahankan usahanya. Namun ia mengaku, faktor usia membuat tenaganya tidak sekuat dulu.

“Sebenernya pengen bawa roti lebih banyak, tapi saya juga sudah usia, jadi kalau sendiri kadang kewalahan,” ujarnya saat di wawancarai oleh RRI Malang. Kamis(11/06/26).

Menurutnya, lokasi berjualan menjadi salah satu faktor yang membuat usahanya masih bertahan hingga sekarang. Letaknya yang berada di pinggir jalan utama membuat dagangannya mudah dijangkau pembeli.

“Di sini lumayan karena tempatnya strategis. Dekat rumah sakit, dekat kampus, banyak kos-kosan juga. Intinya karena di pinggir jalan jadi strategis,” kata Pak Uwut.

Di tengah persaingan kuliner modern, perjuangan Pak Uwut menjadi gambaran semangat pelaku UMKM kecil yang tetap bertahan dengan cara sederhana. Ketekunan dan konsistensinya menjaga usaha hingga larut malam menjadi bukti bahwa kerja keras masih menjadi harapan utama bagi banyak pedagang kecil untuk terus menyambung hidup.



Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....