Bisnis Parfum Kian Ramai, Brand Lokal Dituntut Punya Karakter
- 06 Jun 2026 17:24 WIB
- Malang
RRI.CO.ID,Malang - Industri parfum di Indonesia dinilai masih memiliki peluang besar untuk berkembang. Meningkatnya minat masyarakat terhadap produk wewangian membuat bisnis parfum terus bertumbuh. Namun di balik peluang tersebut, persaingan juga semakin ketat seiring masuknya brand parfum luar negeri dan menjamurnya usaha parfum lokal di berbagai daerah.
Owner SAHAFA Parfum Malang, Fauzan, mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pelaku usaha lokal untuk terus berinovasi. Menurutnya, kreativitas menjadi faktor penting agar sebuah brand dapat bertahan di tengah banyaknya pilihan yang tersedia di pasaran.
"Peluang bisnis parfum di Indonesia masih besar. Yang penting pelaku usaha harus terus kreatif kalau ingin maju," ujarnya kepada RRI, Jumat (5/6/2026).
Fauzan menjelaskan SAHAFA Parfum berupaya menghadirkan aroma yang berbeda dengan meracik sendiri setiap produknya. Langkah tersebut dilakukan agar parfum yang dihasilkan memiliki karakter khas dan tidak sekadar mengikuti tren yang sudah ada.
"Kami berusaha mencari aroma-aroma yang dibutuhkan konsumen dan belum banyak ada di pasaran. Karena itu setiap aroma kami ciptakan dan racik sendiri supaya memiliki karakter yang khas," katanya.
Selain mengandalkan racikan orisinal, SAHAFA juga menggunakan bahan baku dan fragrance oil berkualitas agar menghasilkan performa parfum yang maksimal saat digunakan.
"Kami menggunakan bahan-bahan yang berkualitas, termasuk fragrance oil yang berkualitas juga. Jadi parfum tidak terasa oily di kulit, aromanya lebih menyebar dan lebih terbuka saat digunakan," jelasnya.
Menurut Fauzan, saat ini banyak brand parfum asal Dubai yang masuk ke pasar Indonesia dan menarik perhatian konsumen, terutama dari sisi kemasan yang dinilai lebih menarik secara visual. Meski demikian, ia menilai kualitas produk lokal tidak kalah dan mampu bersaing jika terus mengedepankan inovasi.
"Sekarang banyak brand Dubai yang masuk sehingga produk lokal kadang tersisihkan. Salah satu alasannya karena kemasannya bagus sehingga orang lebih tertarik. Tapi sebenarnya kalau bicara kualitas, produk lokal juga bisa diadu dengan brand-brand tersebut," ungkapnya.
Di sisi lain, semakin banyaknya bisnis parfum yang bermunculan juga membuat persaingan antar pelaku usaha menjadi semakin ketat. Karena itu, Fauzan mengingatkan para pelaku usaha agar tidak hanya mengikuti aroma yang sedang populer di pasaran atau sekadar membuat produk tiruan.
"Jangan pernah terpaku dengan aroma yang sudah ada di pasaran. Ciptakan aroma sendiri. Karakter brand itu harus bisa dikenali pasar. Jangan hanya membuat dupe atau meniru aroma yang sudah ada. Buatlah aroma yang menjadi signature dari brand kita," tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya proses riset dalam menciptakan sebuah parfum. Menurutnya, membangun karakter aroma membutuhkan waktu dan ketelitian agar menghasilkan produk yang benar-benar matang dan memiliki identitas yang kuat.
"Lebih baik risetnya lebih lama supaya aroma yang dihasilkan benar-benar matang dan enak. Daripada prosesnya cepat tetapi tidak punya kekhasan dan hanya mirip dengan aroma yang sudah ada. Lebih baik membutuhkan waktu lebih panjang, tetapi hasilnya matang dan memiliki identitas sendiri," pungkas Fauzan.
Di tengah ketatnya persaingan industri parfum, mulai dari masuknya produk impor hingga menjamurnya brand baru, inovasi dan keberanian membangun karakter produk dinilai menjadi kunci agar parfum lokal mampu bertahan dan terus berkembang di pasar Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....