Semangat dan Konsistensi, Kunci UMKM Bertahan
- 04 Jun 2026 16:47 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Modal usaha tidak selalu berbentuk uang dalam jumlah besar. Bagi Nuraini Cumaya, pemilik Pempek Ibu dan Ayam Mak Ukep, modal terbesar seorang pelaku UMKM justru terletak pada keberanian memulai, semangat belajar, dan keyakinan terhadap produk yang dimiliki.
Dalam program UMKM Bicara Pro 1 RRI Malang, Nuraini membagikan kisah perjuangannya membangun usaha dari nol tanpa dukungan modal besar.
Ia mengaku memulai produksi pempek hanya dari satu kilogram ikan tenggiri. Hasilnya pun tidak langsung sempurna. Sebagian produk gagal, ada yang terlalu keras, bahkan ada yang tidak matang sempurna.
Namun berbagai kegagalan tersebut tidak membuatnya menyerah.
“Kalau gagal ya diperbaiki. Semua pengusaha pasti pernah mengalami fase itu,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).
Menurut Nuraini, banyak calon pelaku usaha yang terlalu fokus pada keterbatasan modal sehingga ragu memulai usaha. Padahal peluang bisnis dapat dimulai dari skala kecil sesuai kemampuan yang dimiliki.
Ia mencontohkan bagaimana omzet dapat dikembangkan secara bertahap melalui strategi sederhana dan konsisten. Keuntungan yang diperoleh terus diputar menjadi tambahan modal untuk memperbesar kapasitas produksi.
Selain modal, ia menilai jejaring atau relasi memiliki peran sangat penting dalam perkembangan UMKM. Melalui hubungan baik dengan sesama pelaku usaha, banyak peluang yang bisa diperoleh, mulai dari pemasok bahan baku, reseller, hingga informasi pasar.
Saat ini Nuraini aktif dalam komunitas UMKM di wilayah Tulusrejo, Kota Malang. Melalui komunitas tersebut, para pelaku usaha dapat saling bertukar informasi, mengikuti bazar, dan memperluas jaringan pemasaran.
Ia juga mengakui bahwa pemanfaatan teknologi digital masih menjadi tantangan bagi banyak pelaku UMKM, terutama yang menjalankan seluruh proses usaha secara mandiri.
Mulai dari produksi, pengadaan bahan baku, pengemasan, hingga distribusi sering kali dilakukan sendiri sehingga waktu untuk belajar pemasaran digital menjadi terbatas.
Meski demikian, Nuraini mulai memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi tambahan di samping pemasaran dari mulut ke mulut yang selama ini menjadi kekuatan utama usahanya.
Kepada masyarakat yang ingin memulai usaha, ia berpesan agar tidak terlalu memikirkan komentar negatif dari lingkungan sekitar.
“Fokus pada tujuan, percaya diri terhadap produk sendiri, dan jangan mudah terpengaruh oleh keraguan orang lain. Kalau kita yakin dengan produk kita, orang lain juga akan percaya,” katanya.
Nuraini berharap semakin banyak UMKM yang tumbuh dan berkembang karena sektor ini terbukti menjadi salah satu penopang utama ekonomi masyarakat, termasuk saat Indonesia menghadapi berbagai krisis ekonomi.
“UMKM harus saling mendukung dan saling menggandeng. Kalau berkembang bersama, manfaatnya akan lebih besar untuk masyarakat,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....