Pempek Ibu dan Ayam Mak Ukep, Tangguh Hadapi Tantangan Usaha

  • 04 Jun 2026 16:48 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Fluktuasi harga bahan baku menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah Nuraini Cumaya, pemilik Pempek Ibu dan Ayam Mak Ukep, untuk terus mempertahankan kualitas produknya.

Dalam perbincangan UMKM Bicara Pro 1 RRI Malang, Nuraini mengungkapkan bahwa kenaikan harga ayam, cabai, minyak goreng hingga bahan kemasan menjadi persoalan yang hampir setiap hari dihadapi pelaku usaha kuliner.

“Harga ayam sekarang sangat sulit diprediksi. Kadang turun dua hari, lalu naik lagi. Begitu juga cabai dan bahan lainnya,” jelasnya, Kamis (4/6/2026).

Meski demikian, Nuraini memilih tidak terburu-buru menaikkan harga jual. Ia mengaku telah menghitung harga pokok produksi dengan mempertimbangkan kemungkinan kenaikan bahan baku sehingga masih memiliki ruang untuk bertahan.

Strategi yang diterapkannya adalah menjaga margin keuntungan tetap tipis namun mempertahankan volume penjualan. Dengan cara tersebut, konsumen tidak terlalu terbebani dan loyalitas pelanggan tetap terjaga.

Produk Pempek Ibu dijual mulai Rp15.000 hingga Rp18.000 per kemasan, sedangkan Ayam Mak Ukep dibanderol Rp25.000 untuk empat potong ayam lengkap dengan sambal.

Selain menjaga harga, Nuraini juga berkomitmen mempertahankan kualitas bahan baku. Pempek dibuat dari ikan tenggiri asli, sementara ayam ukep menggunakan bahan segar tanpa tambahan bahan pengawet.

Latar belakang pendidikan dan pengalaman di bidang pengolahan pangan membantu Nuraini menerapkan standar produksi yang baik. Seluruh produk dikemas menggunakan sistem vakum dan disimpan dalam kondisi beku untuk menjaga kualitas.

“Kami tidak menggunakan bahan pengawet sama sekali. Kuncinya ada pada proses produksi yang higienis dan penyimpanan yang benar,” katanya.

Saat pandemi Covid-19, usaha yang dijalankan Nuraini juga sempat menghadapi tantangan besar. Ketika permintaan makanan siap saji menurun akibat pembatasan aktivitas masyarakat, ia melakukan penyesuaian strategi dengan menjual bahan kebutuhan pokok seperti sayur, telur, dan bahan makanan lainnya.

Langkah tersebut terbukti mampu menjaga keberlangsungan usaha hingga kondisi ekonomi kembali membaik.

Menurut Nuraini, kemampuan beradaptasi merupakan hal yang wajib dimiliki setiap pelaku UMKM. Kondisi pasar yang terus berubah menuntut pengusaha untuk selalu mencari solusi baru agar usaha tetap berjalan.

Ia berharap pemerintah terus menjaga stabilitas harga bahan pokok dan memperkuat dukungan terhadap UMKM melalui pendampingan, pelatihan, serta kemudahan akses pasar.

“Kalau harga bahan baku stabil dan stok aman, UMKM akan lebih mudah berkembang,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....