Dapat Akses Permodalan, Agrowisata Melon dan Hidroponik Pakisaji Berkembang

  • 01 Jun 2026 07:20 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Berawal dari kejelian memanfaatkan peluang, Windarining Astutik kini sukses mengembangkan usaha budi daya selada hidroponik di Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.

Melalui dukungan permodalan sebesar Rp100 juta yang diterimanya, ia mampu mengoptimalkan sistem pekarangan untuk meningkatkan produktivitas sayuran premium tersebut.

"Saya merasa terbantu karena tidak hanya mendapatkan modal usaha, tetapi juga arahan dan pendampingan yang sangat baik dari mantri perbankan. Pendampingan dari Mbak Girly, selaku mantri, sangat membantu usaha yang saya jalankan ini bisa terus berkembang," tutur Windarining, Senin (1/6/2026).

Ia mengembangkan berbagai jenis selada, seperti selada hijau, selada merah keriting, dan selada romaine.

Sebagian besar budi daya dilakukan menggunakan metode hidroponik di area pekarangan rumah, yang terbukti efektif memanfaatkan lahan secara optimal sekaligus menghasilkan kualitas sayur yang kompetitif.

Selain hidroponik kelolaan warga, Desa Genengan memang memiliki potensi pertanian hortikultura yang beragam. Warga setempat bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) kini sukses mengembangkan budi daya melon premium varietas Golden Inthanon dan Golden Alisha.

Dengan memanfaatkan teknologi pertanian modern melalui sistem griya hijau (greenhouse) maupun lahan terbuka (open field), perkebunan ini tidak hanya menghasilkan buah berkualitas tinggi.

Kawasan tersebut kini telah bermutasi menjadi destinasi agrowisata pemetikan buah langsung dari pohon yang menarik minat banyak wisatawan.

Kepala Desa Genengan, Zaenal Arifin, mengapresiasi dukungan permodalan dan pendampingan yang masuk ke desanya, yang membuat masyarakat semakin percaya diri untuk mengembangkan pertanian modern.

"Dukungan ini sangat membantu masyarakat Desa Genengan, khususnya para petani dan pelaku UMKM. Dengan adanya akses permodalan yang mudah dan pendampingan yang berkelanjutan, masyarakat memiliki nilai tambah tinggi. Kami berharap sinergi ini dapat terus berlanjut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa," ungkap Zaenal.

Akses permodalan dan pendampingan yang dinikmati warga Genengan tersebut merupakan bagian dari komitmen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Melalui BRI Region 13 Malang, khususnya Unit Pakisaji Branch Office Malang Martadinata, pihak perbankan hadir memberikan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan layanan simpanan untuk mendorong sektor produktif.

Regional Micro Business Head BRI Region 13 Malang, Tito Witarnawan, mengatakan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu fokus utama penyaluran pembiayaan karena memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi para pelaku usaha di sektor pertanian agar dapat berkembang secara berkelanjutan. Potensi pertanian modern yang berkembang di Desa Genengan menjadi salah satu contoh bagaimana kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan lembaga keuangan dapat menciptakan nilai ekonomi yang besar,” ujar Tito.

Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap sektor ini, penyaluran KUR BRI Region 13 Malang hingga Maret 2026 memang didominasi oleh sektor pertanian dengan total capaian menyentuh angka Rp1,6 triliun.

Melalui dukungan pembiayaan, layanan perbankan, serta pendampingan makro-mikro yang berkelanjutan, BRI optimistis dapat terus menjadi mitra strategis bagi para pelaku UMKM pertanian dalam meningkatkan produktivitas dan memperluas akses pasar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....