Harga Plastik Naik, Pemilik Catering Usul Plastik Berbayar Dibebankan Konsumen

  • 13 Apr 2026 13:35 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Kenaikan harga plastik mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) catering mencari solusi agar biaya operasional tetap terkendali, salah satunya dengan mengusulkan pembebanan biaya plastik kepada konsumen pada layanan pesan antar makanan.

Pemilik Dapoer Kays, Melanie, mengungkapkan bahwa kenaikan harga plastik mulai dirasakan saat melakukan pembelian ulang stok kemasan.

“Biasanya beli seharga 10.000 rupiah, tiba-tiba saya cek naiknya 20.000 rupiah, " katanya dalam Dialog Malang Menyapa, Senin 13 April 2026.

Ia menilai, meski saat ini belum berdampak besar terhadap harga jual, pelaku usaha perlu mulai memikirkan strategi ke depan.

“Tapi terus saya coba hitung, sementara ini masih masuklah itungannya, tapi entah nanti,” ujarnya.

Sebagai alternatif, Melanie mengusulkan agar biaya plastik dapat dibebankan langsung kepada konsumen, khususnya dalam layanan ojek online makanan.

“Mungkin lebih baik kaya di belanja di mini market Indomaret, plastiknya dibebankan ke konsumen,” ujarnya.

Ia menambahkan, skema tersebut bisa diterapkan melalui rincian tambahan biaya pada pesanan di aplikasi.

“Ditulis di rincian pesanan tambahan plastik berapa rupiah gitu,” ungkapnya.

Menurut Melanie, langkah ini dapat menjadi solusi agar pelaku usaha tidak sepenuhnya menanggung kenaikan biaya kemasan.

“Pasti ada pengaruhnya,” ujarnya terkait dampak terhadap biaya produksi.

Meski demikian, ia tetap menilai penggunaan plastik masih sulit dihindari dalam kegiatan usaha sehari-hari.

“Memang belum bisa lepas dari plastik,” katanya.

Ia berharap ada kebijakan yang mampu menguntungkan pelaku usaha sekaligus konsumen di tengah kenaikan harga ini.

“Saya sih sebagai pelaku UMKM, intinya yang penting menguntungkan untuk saya dan konsumen. Caranya gimana, terserah pemerintah,” tegasnya. (Esty/Meuthia)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....