Rumah Kreasi Kenken Kembangkan Ecoprint Berbasis Bahan Alam
- 08 Apr 2026 15:54 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang- Rumah Kreasi Kenken menjadi salah satu ruang kreatif pengembangan kerajinan ecoprint di Kota Malang. Usaha ini dirintis oleh Susiati atau yang akrab disapa Ibu Susi. Nama “Kenken” sendiri terinspirasi dari tokoh Ken Arok dan Ken Dedes, sekaligus merujuk pada lokasi rumah produksi yang berada tidak jauh dari kawasan GOR Ken Arok. Di tempat tersebut, berbagai produk seperti kain, baju, sepatu, tas, hingga syal diproduksi dengan memanfaatkan bahan-bahan alami.
Ibu Susi menjelaskan bahwa usaha ini berawal dari kegemarannya bermain kain dan berkumpul bersama teman-temannya sekitar lima tahun lalu. “Awalnya saya hanya senang bereksperimen dengan kain. Setelah mengikuti pelatihan dari Jakarta, saya mulai serius mengembangkan teknik ecoprint dan berbagi ilmu kepada teman-teman yang ingin belajar,” ujarnya dalam dialog Jagongan UMKM, Rabu (8/4/2026)
Perkembangan usaha tersebut dimulai dari produk sederhana hingga karya yang lebih besar. Menurut Ibu Susi, produk pertama yang ia buat hanyalah taplak kecil dari kain sederhana. “Dari taplak kecil itu kemudian berkembang menjadi berbagai produk lain seperti gorden, seprai, hingga busana. Semua dibuat dengan motif dari daun dan bunga yang kami pilih langsung,” jelasnya.
Ia juga memaparkan bahwa proses pembuatan ecoprint membutuhkan tahapan yang cukup teliti. “Kain harus melalui proses mordan terlebih dahulu agar pori-porinya terbuka. Setelah itu daun atau bunga disusun, kemudian kain digulung dan dikukus sekitar dua jam supaya warna alami terserap dengan baik,” katanya. Ia menambahkan bahwa teknik tersebut kadang dipadukan dengan metode lukis menggunakan cat khusus agar motif tetap kuat meski dicuci berkali-kali.
Selain memproduksi sendiri, Rumah Kreasi Kenken juga membuka workshop bagi masyarakat yang ingin belajar teknik ecoprint. Rumah produksi yang berlokasi di Jalan Mayjend Sungkono Gang 8 Nomor 14, Buring, Kota Malang ini kerap menerima peserta dari berbagai daerah. “Kami juga sering ikut pameran dan peragaan busana. Harapannya, kerajinan ecoprint bisa semakin dikenal dan memberikan nilai tambah bagi pelaku UMKM,” tutur Ibu Susi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....