Wiwik Afiato Kenalkan Wastra Indonesia hingga Eropa

  • 09 Mar 2026 12:12 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Kain tradisional Indonesia seperti lurik, tenun, dan batik terus mendapatkan tempat di kancah internasional berkat kreativitas para desainer lokal. Salah satunya adalah Wiwik Afiato, pemilik Laras Gallery yang aktif mempromosikan wastra Indonesia melalui berbagai kegiatan pameran dan bazar di luar negeri.

Perempuan yang lahir di Pekalongan tersebut mengaku telah mencintai kain tradisional sejak lama. Ia mulai mengoleksi berbagai jenis kain sejak tahun 1995 dan semakin mendalami dunia wastra hingga akhirnya memutuskan untuk terjun sebagai desainer. “Sejak tahun 1995 saya sudah mengoleksi kain, terutama tenun dan batik. Dari kecintaan itu kemudian muncul keinginan untuk mengolahnya menjadi busana yang bisa dipakai sehari-hari,” ujar Wiwik dalam Jagongan UMKM pro 4 RRI Malang, Senin (9/3/2026).

Perjalanan kreatifnya semakin berkembang setelah ia kembali dari perjalanan ke beberapa negara di Eropa Timur pada 2016. Sejak saat itu ia mulai merancang berbagai desain busana yang memadukan kain lurik, tenun, dan batik. Salah satu ciri khas karyanya adalah memadukan lurik dengan batik dari Kebumen sehingga menghasilkan tampilan yang unik. “Saya mencoba memadukan tenun dan lurik dengan batik Kebumen karena motifnya khas dan ketika dipadukan menghasilkan karakter yang berbeda,” jelasnya.

Karya-karya busana dari Laras Gallery juga pernah diperkenalkan dalam kegiatan bazar dan peragaan busana di berbagai negara Eropa, termasuk di Amsterdam dan Belgia. Menurutnya, minat masyarakat luar negeri terhadap kain tradisional Indonesia cukup tinggi. “Ketika saya membawa tenun dan batik ke bazar di Amsterdam, ternyata banyak yang tertarik dan produknya laris. Bahkan saat ke Belgia saya hanya membawa satu koper kain dan semuanya habis terjual,” ungkap Wiwik Afiato.

Ia berharap wastra Indonesia semakin dikenal di tingkat global dan mampu menjadi identitas budaya yang membanggakan. Menurutnya, inovasi desain sangat penting agar kain tradisional tetap relevan dengan perkembangan zaman. “Kain tradisional Indonesia sangat kaya dan indah, tugas kita adalah mengemasnya agar bisa dipakai dengan gaya modern tanpa meninggalkan nilai budayanya,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....