Desainer Malang Ajarkan Sulam Sambil Promosikan Wastra

  • 09 Mar 2026 12:09 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Selain aktif mempromosikan kain tradisional Indonesia melalui karya busana, desainer asal Malang Wiwik Afiato juga berbagi ilmu kepada masyarakat melalui kegiatan belajar sulam yang rutin diadakan di galerinya. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan keterampilan kriya sekaligus melestarikan budaya wastra Indonesia.

Pemilik Laras Gallery ini membuka kelas sulam yang digelar setiap hari Selasa di kediamannya yang berada di Perumahan Permata Jingga. Menurutnya, galeri yang ia dirikan tidak hanya menjadi tempat menjual produk, tetapi juga ruang belajar bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat dunia kerajinan tekstil. “Saya ingin galeri ini tidak hanya sekadar tempat jualan, tetapi juga tempat berbagi ilmu. Setiap Selasa kami belajar sulam bersama,” ujar Wiwik dalam jagongan UMKM di pro 4 RRI Malang, Senin (9/3/2026).

Perjalanan kariernya sebagai desainer wastra juga membawa karya-karyanya dikenakan oleh berbagai figur publik internasional. Ia mengungkapkan bahwa sejumlah tokoh, termasuk peserta ajang kecantikan dunia, pernah mengenakan busana rancangannya. “Ada sekitar 13 Miss Universe yang pernah memakai produk saya. Untuk mendesain busana mereka biasanya saya membutuhkan waktu sekitar dua bulan,” jelasnya.

Menurutnya, proses merancang busana dari kain tradisional membutuhkan ketelitian karena setiap motif memiliki karakter tersendiri. Oleh karena itu, ia selalu berusaha menjaga keaslian motif sambil menyesuaikannya dengan gaya modern agar dapat diterima oleh berbagai kalangan. Kreativitas tersebut juga menjadi alasan mengapa produknya diminati oleh desainer dan pecinta fashion dari berbagai negara.

Melalui kegiatan desain dan pelatihan yang dilakukan di galerinya, Wiwik Afiato berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik mempelajari dan melestarikan kain tradisional Indonesia. “Wastra Indonesia memiliki nilai budaya yang sangat tinggi. Jika kita terus memperkenalkannya dan mengajarkannya kepada generasi muda, maka warisan budaya ini akan tetap hidup,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....