Asyiknya Berburu Takjil di Jalan HOS Cokroaminoto
- 27 Feb 2026 11:04 WIB
- Malang
RRI. CO. ID, Probolinggo - Berburu takjil masih menjadi aktivitas favorit warga untuk mengisi waktu menjelang azan maghrib selama bulan suci Ramadan. Di Kota Probolinggo, sejumlah pasar takjil dadakan bermunculan di berbagai titik. Namun, ruas Jalan HOS Cokroaminoto tetap menjadi primadona.
Setiap sore, puluhan pedagang berjajar di sepanjang jalan tersebut. Mereka menjajakan aneka menu berbuka puasa dengan harga terjangkau. Mulai dari kolak, es buah, gorengan, hingga aneka kue tradisional tersaji menggugah selera.
Tak hanya makanan ringan, tersedia pula menu makanan berat seperti ikan laut, aneka sayur, serta lauk pauk lainnya. Ragam pilihan ini membuat kawasan tersebut dipadati ribuan pembeli.
Kepadatan pengunjung bahkan membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi tersendat dan padat merayap. Kendaraan harus berjalan perlahan karena banyaknya pembeli yang memadati sisi jalan serta kendaraan yang parkir di bahu jalan. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri sehingga diperlukan pengaturan agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengganggu ketertiban umum.
Sabrina, warga Jalan Citarum, Kecamatan Kanigaran, mengaku hampir setiap Ramadan datang ke Jalan Cokroaminoto untuk membeli takjil.
“Karena banyak pilihan dan harga yang ramah di kantong. Rp20 ribu saja sudah dapat dua sampai tiga macam takjil,” katanya.
Menurutnya, suasana ramai justru menjadi daya tarik tersendiri. Selain bisa memilih menu sesuai selera, ia juga merasakan nuansa kebersamaan khas Ramadan.
Sementara itu, salah satu pedagang takjil dadakan, Supriani, mengatakan momentum Ramadan mampu meningkatkan pendapatannya secara signifikan. Ia telah beberapa tahun terakhir berjualan di kawasan tersebut setiap bulan puasa.
“Alhamdulillah, dagangan laris. Selalu ramai kalau jualan di Cokro. Senang sekali untuk saya yang ibu rumah tangga seperti ini. Penghasilan selama Ramadan bisa ratusan ribu, tidak tentu tergantung stok makanan,” jelasnya.
Dalam sehari, omzet yang diperoleh bisa mencapai sekitar Rp500 ribu bahkan lebih apabila seluruh dagangan habis terjual. Makanan yang dijualnya ada yang dimasak sendiri dan ada pula yang dititipkan oleh warga lain.
“Yang paling banyak diburu itu justru sayur dan lauk pauk. Kalau jajanan kue seperti risol atau dadar gulung juga laris. Alhamdulillah stok hampir selalu habis dibeli pelanggan,” tuturnya.
Pasar takjil di Jalan HOS Cokroaminoto bukan sekadar tempat jual beli. Ia menjadi ruang pertemuan warga, menghadirkan suasana hangat dan semarak menjelang waktu berbuka puasa, sekaligus membawa berkah ekonomi bagi para pedagang kecil di Kota Probolinggo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....