Jagongan UMKM Dorong Kriya Rajut Lokal
- 07 Feb 2026 08:26 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang- Kegiatan Jagongan UMKM yang digelar pada Kamis (5/2/2026) menjadi ruang berbagi inspirasi bagi pelaku usaha mikro di Kota Malang. Salah satu narasumber yang hadir adalah Eko Handayani, Owner Safied, pelaku usaha kriya rajut asal Perumahan Villa Gunung Burung-Burung Bandara Palmerah 10/J15. Dalam kesempatan itu, Eko membagikan perjalanan usahanya yang bermula dari aktivitas sederhana di rumah hingga mampu menembus berbagai pameran dan bazar.
Eko Handayani menjelaskan, Safied merupakan usaha kriya rajut yang namanya diambil dari gabungan nama anak-anaknya dan dirinya sendiri, yakni Salma, Fifa, dan Eko. Awalnya, ia hanyalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki waktu luang setelah anak-anaknya semakin besar, katanya. Ketertarikan pada dunia rajut muncul saat mengikuti berbagai pelatihan yang difasilitasi dinas, mulai dari devopage hingga ecoprint, namun justru rajut yang paling membuatnya jatuh hati.
| Baca juga: Pawon Kirana Hadirkan Menu Rumahan tanpa MSG |
Sejak 2019, Eko aktif mengikuti berbagai workshop untuk mengasah keterampilan merajut meski tidak memiliki latar belakang konveksi, ungkapnya. Pada 2020, ia mulai berani membuka usaha dengan menerima jasa furing, pembuatan tas, hingga rajut secara manual. Mesin jahit yang digunakan pun dibeli dalam kondisi bekas, sementara seluruh proses pembelajaran dijalani secara otodidak melalui pengalaman dan berbagai sumber belajar.
Seiring waktu, jasa furing justru semakin banyak diminati dan anak-anaknya pun ikut terlibat dalam proses produksi. Anak-anak mulai mengumpulkan pola rajut dan belajar bersama hingga akhirnya usaha tersebut terus berlanjut sampai sekarang, jelasnya. Produk pertama yang dihasilkan adalah tas rajut dengan segmen pasar ibu-ibu, yang awalnya dipakai sendiri saat menghadiri undangan pernikahan dan ternyata menarik perhatian banyak orang.
Kini, Safied telah memproduksi berbagai produk seperti dompet dengan harga Rp75 ribu hingga Rp125 ribu dan tas rajut mulai Rp150 ribu. Sejak 2022, pemasaran dilakukan secara daring melalui media sosial serta menerima pesanan custom hingga amigurumi boneka berukuran 11 sampai 20 sentimeter yang diminati anak muda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....