STIE Malangkuçeçwara Latih Warga Kayutangan Kelola Keuangan

  • 27 Jan 2026 13:16 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang — Tim dosen STIE Malangkuçeçwara (ABM Malang) kembali menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kampung Kayutangan Heritage. Kegiatan yang telah beberapa kali dilaksanakan ini mengangkat tema penyusunan laporan keuangan dan literasi keuangan (financial planning).

Sugeng Hariadi, dosen STIE Malangkuçeçwara sekaligus narasumber kegiatan mengatakan, pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan secara tertata dan transparan.

“Tema hari ini berbicara tentang bagaimana menyusun laporan keuangan sekaligus literasi keuangan. Yang lebih ditekankan adalah upaya menata keuangan ke depan agar lebih baik,” ujar Sugeng, Selasa, 28 Januari 2026.

Menurutnya, persoalan keuangan saat ini menjadi isu yang sangat penting dan mendesak. Tidak jarang, konflik di masyarakat justru berawal dari pengelolaan keuangan yang tidak transparan.

“Keuangan ini urgen. Banyak persoalan muncul karena laporan keuangan tidak terbuka, akhirnya menjadi ribut bahkan konflik yang berkepanjangan. Karena itu, kepentingan publik harus diutamakan,” jelasnya.

Selain menyoroti kepentingan publik, kegiatan pengabdian ini juga menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di lingkungan setempat. Salah satu persoalan yang masih sering ditemui adalah tercampurnya uang usaha dengan uang pribadi.

“UMKM perlu memahami perbedaan antara uang bisnis dan uang pribadi. Selama ini sering tercampur. Melalui pelatihan ini, peserta diajak bagaimana mengelola keuangan agar lebih jelas dan terpisah,” kata Sugeng.

Ia menambahkan, bila pada kegiatan sebelumnya materi lebih banyak menitikberatkan pada aspek akuntansi, kali ini pendekatan yang digunakan lebih pada manajemen keuangan praktis agar mudah dipahami dan langsung diterapkan.

“Bukan berarti selama ini pengelolaannya buruk, sebenarnya sudah cukup baik. Hanya saja sekarang penataannya diperkuat dengan prinsip manajemen keuangan agar lebih rapi dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, tim dosen STIE Malangkuçeçwara berharap masyarakat dan pelaku UMKM memiliki pemahaman yang lebih baik tentang transparansi dan perencanaan keuangan, sehingga mampu meminimalkan potensi konflik sekaligus mendukung keberlanjutan usaha dan kegiatan sosial di lingkungan mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....