Dana Pusat Turun, Pemkab Malang Luncurkan Desa Cerdas Fiskal

  • 04 Jun 2026 14:31 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID,Malang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang meluncurkan program Desa Cerdas Fiskal sebagai strategi menghadapi tantangan pemangkasan dana transfer daerah yang mencapai Rp644 miliar pada tahun anggaran 2026.

Program inovasi berbasis digitalisasi ini diarahkan untuk memacu kemandirian ekonomi dari tingkat desa.

Langkah taktis tersebut dipaparkan oleh Wakil Bupati Malang dalam seminar nasional penguatan ekosistem ekonomi desa di Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya, Kamis (4/6) pagi.

Forum strategis yang melibatkan Kementerian Desa, Bank Indonesia, Bea Cukai, dan akademisi ini menyoroti tata kelola keuangan desa di tengah tekanan fiskal dan perubahan iklim.

Wakil Bupati Malang tidak menampik bahwa penurunan dana transfer dari pusat menuntut pemerintah daerah memutar otak.

Sinergi dengan sektor akademis kini menjadi salah satu katup penyelamat program pembangunan.

“Kondisi keuangan kita sedang tidak baik-baik saja. Oleh karena itu, kerja sama dengan perguruan tinggi untuk pengabdian masyarakat menjadi sangat penting guna menutup keterbatasan anggaran kita,” ungkapnya, Kamis (4/6/2026).

Melalui program anyar ini, Pemkab Malang membidik pengelolaan anggaran yang lebih akuntabel di level pemerintahan desa.

Sebagai langkah memperkuat tata kelola dan kemandirian ekonomi desa, Pemerintah Kabupaten Malang meluncurkan program Desa Cerdas Fiskal.

"Program ini difokuskan pada optimalisasi digitalisasi keuangan desa untuk meningkatkan transparansi, meminimalkan potensi kebocoran anggaran, serta mendorong aparatur desa lebih cermat dalam memetakan potensi pendapatan dan mengalokasikannya ke sektor-sektor produktif,” tegas Wabup.

Meski dihantam hulu ledak fiskal pada tahun 2026, Kabupaten Malang modal pertumbuhan ekonomi yang solid pada tahun sebelumnya, yakni tumbuh sebesar 5,92 persen atau tertinggi kedua di Jawa Timur.

Sektor riil dan kelembagaan desa tercatat mengalami lompatan performa signifikan.

Salah satunya terlihat dari lonjakan jumlah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berbadan hukum yang meroket dari 11 unit pada 2021 menjadi 375 unit per Mei 2026.

Beberapa inovasi desa lokal juga mulai mencatatkan hasil positif, seperti perputaran omzet miliaran rupiah di Wisata Bonpring (BUMDes Kerto Raharjo) dan penekanan urbanisasi lewat Kafe Sawah (BUMDes Sumber Sejahtera).

Di sektor komoditas, produktivitas varietas Padi Sukma di Bulawang mampu menyentuh angka 12 hingga 15 ton per hektare, disusul penetrasi pasar ekspor untuk produk keripik buah Ngantang ke Singapura serta kopi robusta Dampit ke Italia.

Pemkab Malang optimistis, integrasi digitalisasi fiskal dan keunggulan potensi lokal ini mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....