Inflasi Kota Malang April 2026 Dipicu Kenaikan Harga Minyak Goreng

  • 06 Mei 2026 12:04 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Kota Malang mencatat inflasi sebesar 0,05 persen secara bulanan (month-to-month/m-to-m) pada April 2026. Kenaikan ini salah satunya dipicu oleh naiknya harga minyak goreng akibat peningkatan harga minyak sawit di pasar internasional.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Umar Sjaifuddin menjelaskan, bahwa tren kenaikan harga minyak sawit global memberikan dampak langsung terhadap harga komoditas turunan di dalam negeri.

“Pada April 2026, harga minyak sawit di pasar internasional mengalami kenaikan dibandingkan Maret 2026, sehingga berdampak pada kenaikan harga minyak goreng,” ujarnya.

Selain minyak goreng, beberapa komoditas lain yang turut mendorong inflasi bulanan antara lain air kemasan, angkutan udara, jagung manis, dan beras. Dari sisi kelompok pengeluaran, sektor transportasi menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,09 persen terhadap inflasi umum.

“Meski demikian, tekanan inflasi berhasil ditekan oleh penurunan harga sejumlah komoditas pangan, khususnya daging ayam ras dan telur ayam ras. Penurunan ini terjadi seiring normalnya permintaan masyarakat setelah momen Idulfitri,” ungkapnya.

Secara kumulatif, inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) Kota Malang pada April 2026 tercatat sebesar 1,04 persen. Inflasi ini terutama dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan kontribusi sebesar 0,33 persen.

“Adapun komoditas yang dominan mendorong inflasi secara kumulatif antara lain emas perhiasan, minyak goreng, jeruk, air kemasan, serta sigaret kretek mesin (SKM),” tutur Umar.

Sementara itu, secara tahunan (year-on-year/y-on-y), Kota Malang mengalami inflasi sebesar 2,70 persen. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau kembali menjadi penyumbang utama dengan andil 0,92 persen.

“Komoditas yang berperan besar dalam inflasi tahunan di antaranya emas perhiasan, daging ayam ras, beras, minyak goreng, serta sigaret kretek mesin,” kata dia.

Di tingkat Provinsi Jawa Timur, pada April 2026 tercatat dua daerah mengalami inflasi dan sembilan daerah mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Surabaya sebesar 0,37 persen, sedangkan deflasi terdalam terjadi di Kota Probolinggo sebesar 0,65 persen.

Ia menyebut, secara keseluruhan, inflasi Kota Malang pada April 2026 masih tergolong terkendali, meskipun tetap dipengaruhi dinamika harga komoditas global dan pola konsumsi masyarakat pasca hari besar keagamaan.





Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....