Inflasi Malang 0,34 Persen Dipicu Pangan

  • 02 Apr 2026 21:11 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Inflasi Kota Malang pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,34 persen secara bulanan (mtm), lebih rendah dibandingkan Februari yang mencapai 0,74 persen. Secara tahunan, inflasi berada di angka 3,75 persen (yoy), sedikit di bawah Jawa Timur sebesar 3,79 persen, namun masih lebih tinggi dari nasional yang tercatat 3,48 persen.

Kenaikan inflasi terutama didorong kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,30 persen (mtm). Komoditas penyumbang utama antara lain daging ayam ras, bensin, minyak goreng, cabai merah, dan jeruk.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Ibrahim, menyebut tekanan inflasi masih terkendali meski terjadi peningkatan permintaan saat Ramadan dan Idulfitri.

“Inflasi tetap terjaga, meskipun ada kenaikan permintaan pangan pada momen Ramadan dan Lebaran,” ujarnya, Kamis 2 April 2026.

Ia menjelaskan, kenaikan harga pangan dipicu lonjakan permintaan di tengah keterbatasan pasokan akibat faktor cuaca, khususnya pada komoditas cabai. Sementara itu, penyesuaian harga BBM nonsubsidi turut memberi andil terhadap inflasi bulan Maret.

Di sisi lain, sejumlah komoditas mencatat deflasi dan menahan laju inflasi. Emas perhiasan menjadi penyumbang deflasi terbesar sebesar -0,09 persen (mtm), diikuti angkutan udara, bawang putih, dan kangkung masing-masing -0,01 persen.

Menurut Ibrahim, pengendalian inflasi tidak lepas dari sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang melalui berbagai langkah strategis.

“Koordinasi TPID terus diperkuat melalui operasi pasar, pemantauan harga, hingga menjaga distribusi agar tetap lancar,” katanya.

Sejumlah upaya dilakukan, di antaranya gelar pasar murah di 34 titik sepanjang 23 Februari hingga 17 Maret 2026, sidak pasar bersama Komisi XI DPR RI, serta pemantauan langsung ke produsen cabai dan telur ayam untuk memastikan ketersediaan pasokan.

Ke depan, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah akan memperkuat pengendalian inflasi melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi efektif, guna menjaga inflasi dalam kisaran target 2,5±1 persen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....