Masuk Penilaian FLA 2026, Bupati Malang Beberkan Program Literasi Keuangan
- 29 Jul 2026 17:30 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan ekonomi warga. Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M. secara langsung memaparkan inovasi program literasi keuangan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Malang dalam ajang Penilaian Penjurian Financial Literacy Award (FLA) 2026, Rabu (29/7/2026).
Pemaparan yang berlangsung di Ruang Rapat Anusapati itu disampaikan Sanusi secara daring di hadapan jajaran dewan juri Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat. Dalam kesempatan tersebut, ia mengusung inovasi bertajuk "Malang Makmur Finansial" dengan tema "Merangkul yang Rentan, Membangun Kemandirian."
Sanusi menjelaskan, TPAKD Kabupaten Malang telah memetakan tiga kelompok masyarakat produktif yang memiliki kontribusi besar bagi ekonomi daerah, namun masih rawan secara ekonomi.
“Kelompok pertama adalah Nelayan dan pelaku UMKM perikanan, kelompok kedua yang menjadi fokus utama intervensi kami adalah PMI, calon PMI, keluarga PMI, dan PMI Purna, sedangkan Kelompok ketiga adalah peternak sapi perah beserta pelaku UMKM produk olahan susu,” tutur Bupati Malang.
Ketiga kelompok tersebut, lanjut Sanusi, memiliki karakteristik yang beragam. Meski demikian, mereka memikul kebutuhan dasar yang senada: peningkatan literasi keuangan, akses pembiayaan yang mudah, perlindungan sosial, hingga penguatan kapasitas usaha.
“Inilah dasar rancangan Program Malang Makmur Finansial. Dampak Program Malang Makmur Finansial mulai terlihat melalui berbagai indikator ekonomi maupun indikator akses keuangan daerah,” jelasnya.
Lewat program Malang Makmur Finansial, Pemkab Malang menghadirkan terobosan anyar untuk mengakselerasi inklusi keuangan. Pendekatan yang dilakukan tidak lagi konvensional, melainkan membangun ekosistem kolaborasi yang berkelanjutan.
Langkah ini dirancang agar manfaatnya berdampak jangka panjang, bukan sekadar menggugurkan kewajiban agenda sosialisasi semata. Tujuannya agar edukasi tersebut benar-benar melekat dalam pengambilan keputusan keuangan sehari-hari oleh para pekerja rentan.
“Kami berkomitmen memperluas jangkauan dan kolaborasi ini agar manfaatnya dirasakan semakin banyak masyarakat Kabupaten Malang. Sebab bagi kami, keberhasilan percepatan akses keuangan bukan hanya diukur dari indikator statistik, melainkan dari lahirnya masyarakat yang mandiri, bijak mengelola keuangan, terlindungi, dan mencapai kesejahteraan keuangan,” pungkas Sanusi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....