Mencampur Pertamax dan Pertalite Dinilai Bukan Solusi, Ada Biaya Tersembunyi

  • 23 Jun 2026 17:56 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Di tengah melonjaknya harga Pertamax, sebagian pemilik kendaraan mulai mempertimbangkan cara berhemat dengan mencampur Pertamax dan Pertalite. Namun, cara tersebut dinilai bukan solusi ideal.

Dosen Teknik Mesin Politeknik Negeri Malang, Supa Kusuma Aji, menyebut pencampuran dua jenis BBM lebih tepat disebut sebagai kompromi ekonomi.

"Ini bukan solusi, melainkan kompromi yang nantinya tetap membawa kompensasi," ujarnya, Senin (22/6/2026).

Ia menjelaskan, mencampur dua jenis BBM tidak otomatis menghasilkan angka oktan yang sesuai dengan kebutuhan mesin.

Selain itu, Pertamax memiliki kandungan aditif pembersih yang membantu menjaga ruang bakar tetap bersih. Ketika dicampur dengan Pertalite, efektivitas aditif tersebut ikut menurun.

"Sifat aditifnya menjadi lebih encer sehingga efek pembersihannya juga berkurang," katanya.

Menurutnya, masyarakat yang memilih beralih ke Pertalite demi menghemat pengeluaran justru perlu menyiapkan biaya perawatan tambahan.

Pemilik kendaraan kemungkinan harus lebih sering mengganti oli, membersihkan filter, atau bahkan mengganti komponen tertentu lebih cepat dari jadwal normal.

"Yang terlihat hemat saat mengisi BBM belum tentu hemat dalam biaya perawatan kendaraan," ujarnya.

Karena itu, ia menyarankan masyarakat untuk kembali melihat rekomendasi pabrikan kendaraan sebelum memutuskan jenis BBM yang digunakan.

"Kalau masih mampu menggunakan Pertamax, sebaiknya tetap menggunakan sesuai rekomendasi pabrikan. Selain menjaga performa mesin, juga membantu menjaga kualitas lingkungan," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....